VIDEO: Status Zona Hijau COVID-19, Warga Desa Tejoasri Lamongan Gelar Acara Udik-udikan

Oleh Agustina Melani pada 15 Okt 2020, 21:25 WIB
Diperbarui 15 Okt 2020, 21:25 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Ribuan warga di Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menggelar syukuran, karena Desa Tejoasri tetap berstatus zona hijau, dan tidak ada warganya yang terpapar COVID-19.

Kemudian, mulai dari kepala desa serta para warga mengadakan tradisi yang bernama "Udik-Udikan" yakni, para warga dari semua kalangan berebut uang, yang sengaja sudah disiapkan untuk disebar saat warga sudah berkumpul di tengah lahan luas. Berikut kita simak videonya pada Fokus, 14 Oktober 2020.

Tidak pakai masker, apalagi menjaga jarak, ratusan warga Desa Tejoasri, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berdesak-desakan memperebutkan uang kertas yang dilemparkan ke udara.

Bukan hanya uang kertas, uang koin pun turut menjadi rebutan dalam tradisi udik-udikan. Tradisi yang sejatinya dibuat sebagai bentuk rasa syukur, desanya terbebas dari wabah virus corona, justru berpotensi menimbulkan klaster baru COVID-19.

"Pertimbangan kita dari Desa Tejoasri, di Kecamatan Laren ini hampir semua desa masih zona hijau, termasuk Desa Tejoasri. Jadi kita tetep mengadakan acara rutin yang setiap tahun kita adakan," ujar Yusuf Bachtiar, Kepala Desa Tejoasri.

Uang jutaan rupiah yang dilemparkan ke udara, merupakan sedekah dari warga, sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki berlebih di sepanjang tahun.

"Kalau itu tergantung keikhlasan kita, ya kalau lagi ada rezeki, kita berbagi semampu kita, mudah-mudahan tahun depan corona udah hilang, biar acaranya lebih meriah," kata Tarkiem, Warga Tejoasri.

Sejak wabah corona melanda Indonesia, Desa Tejoasri yang dihuni 4.000 jiwa masuk dalam zona hijau, dan tidak ada satu pun warga yang tertular COVID-19.