Pelukis Difabel dari Banyuwangi Beraksi Ciamik Tanpa Jemari

Oleh Erik Erfinanto pada 06 Okt 2020, 06:00 WIB
Diperbarui 06 Okt 2020, 06:00 WIB
Keseruan Para Seniman Ikuti Lomba Lukis di Kanada
Perbesar
Seorang seniman mengerjakan karyanya dalam lomba lukis Art Masters di Vancouver, British Columbia, Kanada (22/7/2020). Mereka diharuskan menggunakan alat lukis nonkonvensional dan menyelesaikan karyanya dalam waktu satu jam. (Xinhua/Liang Sen)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pelukis biasanya disebut punya jemari spesial. Lantaran, mereka mampu menggoreskan tinta ke dalam kanvas menggunakan kuas dengan lincah dan teliti.

Namun, bagaimana jika ada seorang pelukis yang tidak mempunyai jari-jemari? Mungkinkah ia berhasil menuangkan imajinasinya tanpa bantuan jemari? Simak cerita inspiratif dari seorang pelukis defabel dari Banyuwangi, Jawa Timur ini.

Keterbatasan fisik tak menjadi persoalan bagi pria berusia 23 tahun ini. Berkat imajinasi dan ketekunan yang tinggi, pria ini mampu melukis sketsa dengan apik meski tak memiliki jemari.

Dengan memainkan sejumlah teknik melukis, ia mampu menghasilkan sketsa wajah seseorang mirip dengan aslinya. Dengan menggunakan teknik pointing atau melukis dengan titik yang membentuk objek, ia mampu melukis sketsa sepasang kekasih.

Selain teknik pointilis, ia juga mahir melukis sketsa wajah dengan teknik linear, yakni teknik menggambar obyek dengan pola goresan-goresan pena.

Pelukis tersebut bernama Achmad Riski Fauzi. Studio tempatnya melukis berada di Jalan Karimun Jawa, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Jawa Timur.

Lewat video berdurasi berdurasi 19 detik, pria ini mengunggah aktivitas melukisnya di media sosial.

Video tersebut menjadi viral dan menginsipirasi banyak orang. Pelukis ini pun kini makin dikenal orang berkat goresan yang indah dari seorang yang punya keterbatasan fisik, dikutip dari video inspiratifnya pada program Fokus, 2 Oktober 2020.

"Saya memanfaatkan waktu yang tadinya itu bukan passion Riski di SMK itu, kemudian Riski memanfaatkan teknologi yaitu ada internet, jadi Riski belajar lagi perihal menggambar supaya lebih baik, karyanya itu dari internet,” ujar Riski.

 

2 dari 3 halaman

Penuhi Kebutuhan Finansial

Padukan Sketsa dan Cahaya Digital, 6 Potret Lukisan Seniman Ini Mengagumkan
Perbesar
Potret Lukisan yang Memadukan Sketsa dan Cahaya Digital. (Sumber: Brightside)

Kisah kesuksesan Riski bermula saat dirinya masih kecil yang hobi mencorat-coret tembok rumahnya dengan gambar kartun. Uniknya, ia tidak pernah belajar melukis secara profesional, namun karyanya banyak diminati orang.

Dalam video tersebut tampak sejumlah sketsa tokoh nasional yang berhasil ia gambar, mulai dari mantan Presiden Soekarno hingga BJ Habibie.

Tak hanya itu, sejumlah gambar artis juga terlihat menempel di dinding studio lukisnya. Ada Dedi Corbizier, Youtuber terkenal Reza Arap dan sejumlah publik figur lain.

Kini pesanan lukisan sketsa wajah pun semakin banyak. Dari hobi melukis ini, Riski sudah bisa mandiri. Hasil penjualan karya lukisnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Satu lukisan sketsa wajah, ia jual Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu, tergantung besar kecilnya ukuran lukisan. Ia berharap, semangat berkarya bisa menjadi inspirasi banyak orang tanpa harus memandang keterbatasan fisik.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓