Berpulangnya KH Hasyim Wahid, Adik Bungsu Gus Dur

Oleh Liputan6.com pada 01 Agu 2020, 18:45 WIB
Diperbarui 01 Agu 2020, 18:46 WIB
KH Hasyim Wahid
Perbesar
KH Hasyim Wahid (kiri) (sumber: nu.or.id)

Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) setelah salah satu tokoh terbaiknya, KH Hasyim Wahid tutup usia pada Sabtu, pukul 04.18 WIB, di RS Mayapada, Jakarta, dalam usia 67 tahun.

Adik bungsu Presiden keempat Indonesia, KH Abdurrahman Wahid, itu dikenal sebagai salah satu tokoh nahdiyin yang pernah berkarier di pemerintahan dan aktif berkegiatan di dalam organisasi NU.

Hasyim Wahid, yang akrab disapa Gus Im, lahir di Jakarta pada 30 Oktober 1953. Dia merupakan putra bungsu pasangan pahlawan nasional KH Abdul Wahid Hasyim dan Nyai Solichah. Sang Kakek, KH Hasyim Asy'ari merupakan pendiri NU.

Gus Im merupakan anak keenam dari enam bersaudara. Kakak-kakaknya dirunut dari yang tertua yakni Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Aisyah Hamid Baidlowi, Salahudin Wahid (Gus Solah), Umar Wahid (Gus Umar), dan Lily Chodijah Wahid.

Mengutip Antara, Sabtu, (1/8/2020), tak banyak informasi yang bisa diperoleh mengenai sosok Gus Im, termasuk pendidikan yang ditempuh sejak dia kecil, karier, organisasi, bisnis yang dijalani, hingga kehidupan keluarganya.

Semasa hidup, Hasyim Wahid pernah berkuliah di sejumlah perguruan negeri. Dia diketahui pernah kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Dia juga sempat menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Fakultas Psikologi UI.

Lepas dari bangku perkuliahan, Gus Im menyibukkan diri dengan berorganisasi dan berbisnis. Pada 1999, dirinya menjabat sebagai konsultan di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Pada saat itu, kakaknya, Gus Dur, tengah menjabat sebagai Presiden.

Ia juga tercatat pernah menjadi pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan anggota YKPK (Yayasan Keluarga Pembina Kesatuan).

Sedangkan di dalam organisasi NU, Gus Im pernah masuk dalam jajaran ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2010-2015.

Pria yang sosoknya dikenang sebagai mentor para aktivis, terutama dari kalangan kaum nahdiyin itu juga masuk dalam jajaran dewan penasehat syuriah atau mustasyar PB NU periode 2015-2020.

2 dari 3 halaman

Dimakamkam di Jombang

Makam Pemakaman dan Kuburan
Perbesar
Ilustrasi Foto Pemakaman (iStockphoto)

Jenazah almarhum Gus Im diberangkatkan menuju Pondok Pesantren Denanyar, Jombang lewat jalur darat, Sabtu siang, 1 Agustus 2020.

Almarhum dibawa pukul 11.11 WIB menggunakan mobil jenazah dengan nomor registrasi B 1377 TYC usai disalatkan di Masjid Jami’ Al Munawwaroh Ciganjur, Jakarta Selatan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓