VIDEO: Mahasiswa Unair Tuntut Potongan UKT 50 Persen

Oleh Agustina Melani pada 01 Agu 2020, 20:19 WIB
Diperbarui 01 Agu 2020, 20:19 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa Universitas Airlangga di Kampus C, Jalan Mulyorejo Surabaya, berlangsung ricuh, Rabu siang. Mahasiswa terlibat aksi saling dorong dengan petugas keamanan kampus dan polisi saat memaksa masuk ke dalam Gedung Rektorat.

Polisi mencoba membubarkan aksi unjuk rasa tak mampu meredam emosi mahasiswa. Tak hanya di pintu Gedung Rektorat, para mahasiswa juga mencoba menerobos masuk melalui lift, tetapi tetap dihalangi oleh petugas keamanan, sehingga kericuhan pun kembali terjadi antara kedua belah pihak. Demikian seperti diberitakan pada Liputan6, 30 Juli 2020.

Dalam aksinya, mahasiswa UNAIR mengajukan sejumlah tuntutan. Di antaranya meminta potongan 50 persen uang kuliah tunggal atau UKT, karena dinilai tidak ada perkuliahan selama pandemi. Serta meminta pihak kampus memberi fasilitas untuk kuliah daring dan keterbukaan rancangan anggaran kampus.

"Kalau dibilang dampak pandemi, seluruh mahasiswa dan orangtuanya itu terdampak, sedikit banyak pasti terdampak. Maka dari itu, tidak wajar jika mahasiswa diwajibkan membayar administrasi secara penuh, yang kedua, prinsip keadilan, kita tidak datang ke kampus, kita tidak memakai fasilitas kampus," ungkap Boby Thanael, Mahasiswa UNAIR.

Sebelum memasuki kampus, mahasiswa juga sempat membakar sampah dan ranting pohon di depan kampus. Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, mahasiswa mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar lagi.