Kasus Kriminalitas Melibatkan Anak Meningkat di Kota Madiun

Oleh Liputan6.com pada 24 Jul 2020, 14:01 WIB
Diperbarui 24 Jul 2020, 14:05 WIB
Hari Keadilan Sosial Dunia
Perbesar
Ilustrasi Hari Keadilan Sosial Dunia. (Liputan6/Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Kepolisian Resor Madiun Kota, Jawa Timur melaporkan kasus kriminalitas melibatkan anak-anak yang terjadi di wilayah hukum setempat selama Januari hingga pertengahan 2020 mencapai 14 kasus. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama 2019.

"Tindak pidana yang melibatkan anak berhadapan dengan hukum meningkat dari tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2020," ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Madiun Kota AKP Fatah di Madiun, ditulis Jumat, (24/7/2020), seperti dikutip dari Antara.

Data Satuan Reskrim Polres Madiun Kota mencatat sudah ada 14 kasus kriminalitas yang melibatkan anak di bawah umur pada Januari hingga awal Juli 2020.

Sedangkan pada 2019, total ada tujuh kasus kriminalitas yang melibatkan anak di bawah umur, yakni ada empat kasus pencurian, satu kasus pencabulan, satu kasus senjata tajam, dan satu kasus kekerasan.

"Dari tujuh kasus tersebut tiga anak menjadi korban dan 10 anak menjadi pelaku kejahatan," kata dia.

2 dari 3 halaman

Faktor Penyebab

Sedangkan pada 2020, tercatat empat anak menjadi korban pencabulan dan dua pelaku pencabulan. kemudian ada delapan anak terlibat kasus pencurian, dan satu anak terlibat kasus penganiayaan. Ia menuturkan, peningkatan kasus kriminalitas melibatkan anak tersebut disebabkan banyak hal.

Seperti dampak kemajuan teknologi hingga faktor ekonomi. Untuk penanganan kasus kejahatan yang melibatkan anak di bawah umur tersebut, pihak Polres Madiun Kota bekerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓