VIDEO: Tangis dan Sujud Risma di Hadapan Dokter

Oleh Agustina Melani pada 01 Jul 2020, 15:30 WIB
Diperbarui 01 Jul 2020, 15:30 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Kesal dianggap tidak bisa bekerja dan tidak bisa berkoordinasi dalam percepatan penanganan Covid-19 di Kota Surabaya, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma) menangis dan bersujud di hadapan belasan dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur.

Aksi spontan Wali Kota Surabaya di tengah audiensi dengan IDI Jatim, tersebut, Risma bahkan mengaku tidak pantas menjadi Wali Kota Surabaya.

Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya menangis hingga bersujud di hadapan belasan dokter. Ini terjadi Senin siang, saat audiensi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur, dan IDI Surabaya, di Balai Kota.

Aksi spontan Wali Kota Surabaya tersebut mengundang iba dari kalangan dokter yang berada di lokasi. Para dokter ini berusaha menenangkan Risma yang tak kuasa menahan kekesalan dan kesedihannya karena dianggap tidak bisa bekerja, dan tidak bisa berkoordinasi dalam percepatan penanganan Covid-19 di Surabaya.

Di tengah audiensi, Risma juga menyatakan kekesalannya dituduh tidak bekerja, padahal selama ini dirinya telah berupaya dan bekerja keras untuk penanganan Covid-19 di Kota Surabaya.

Risma kembali menangis dan bersujud untuk kedua kalinya dan mengatakan dirinya tidak pantas menjadi Wali Kota Surabaya.

"Karena justru itulah kebaikan Beliau kelihatan di situ, rasa tanggung jawab yang besar dan ini adalah Ibu Wali Kota yang luar biasa menurut saya, saya sebenarnya juga merasa ya apa begitu? tapi saya ngomong apa adanya, karena saya yang memang turun langsung,” ungkap Dr Sudarsono, Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-Emerging.

Saat ini, Pemkot Surabaya terus berusaha berkoordinasi dengan Rumah Sakit Dr Soetomo, terutama dalam hal kesediaan tempat tidur dan jumlah pasien Covid-19, agar tidak lagi terjadi kesalahpahaman antar instansi pemerintah yang ujung-ujungnya rakyatlah yang dirugikan. Demikian seperti dilansir pada Liputan6, 30 Juni 2020.