Update Corona COVID-19 pada 28 Juni 2020 di Jatim: Pasien Positif Tembus 11.482 Orang

Oleh Dian Kurniawan pada 28 Jun 2020, 23:10 WIB
Diperbarui 28 Jun 2020, 23:10 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Konferensi pers perkembangan kasus virus corona baru yang memicu COVID-19 di Gedung Grahadi, Kamis (23/4/2020) (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Surabaya - Kasus persebaran Corona COVID-19 di Jawa Timur (Jatim) masih didominasi oleh Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik).

Dari data dinas Kominfo Jatim, ada penambahan 241 pasien positif baru Corona COVID-19 sehingga totalnya menjadi 11.482 orang, Minggu (28/6/2020). 

241 pasien positif Corona COVID-19 tersebut, masing-masing satu orang berasal dari Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Tuban dan Kota Pasuruan. 

Masing-masing dua orang berasal dari Kabupaten Jombang, Kabupaten Malang dan Kota Malang. Selanjutnya, masing-masing tiga orang berasal dari Kabupaten Kediri, Kabupaten Probolinggo serta Kabupaten Tulungagung. 

Masing-masing lima orang berasal dari Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Sampang. Kemudian, Kabupaten Bojonegoro enam orang, Kabupaten Mojokerto tujuh orang. 

Masing-masing delapan pasien baru Corona COVID-19 berasal dari Kabupaten Magetan dan Kota Mojokerto. Kemudian, Kabupaten Bangkalan sembilan orang. 

Kemudian terakhir adalah di tiga daerah di Surabaya Raya yaitu Kabupaten Gresik 23 orang, Kabupaten Sidoarjo 53 orang dan yang paling terbanyak adalah di Kota Pahlawan sebesar 96 orang. 

 

2 dari 3 halaman

Perkembangan Corona COVID-19 di Jatim pada 27 Juni 2020

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Konferensi pers perkembangan kasus virus corona baru yang memicu COVID-19 di Gedung Grahadi, Rabu (29/4/2020) (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sebelumnya, dinamika Corona COVID-19 di Jawa Timur (Jatim) masih mencatat tambahan pasien baru pada Sabtu, 27 Juni 2020.

Tercatat ada tambahan pasien baru Corona COVID-19 sebanyak 299 orang sehingga total menjadi 11.170 orang. Tambahan Pasien positif Corona COVID-19 itu terbanyak dari Sidoarjo sebanyak 80 orang. Demikian mengutip dari data Dinas Kominfo Jawa Timur yang diunggah di instagram @JatimPemprov, Sabtu, 27 Juni 2020.

Lalu disusul Surabaya ada 70 pasien baru terkonfirmasi positif COVID-19, Kabupaten Gresik mencatat tambahan pasien COVID-19 sebanyak 26 orang, Kabupaten Bangkalan ada pasien baru COVID-19 sebanyak 23 orang.

Kemudian Kota Malang ada pasien baru sebanyak 19 orang, Kabupaten Tuban sebanyak 12 orang. Lalu Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Sumenep masing-masing mencatat tambahan pasien baru sebanyak enam orang.

Selanjutnya Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto mencatat tambahan lima pasien baru COVID-19. Lalu Kota Batu, Kabupaten Pacitan masing-masing sebanyak empat orang. Kota Mojokerto, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Jember masing-masing tiga orang. Kabupatan Kediri, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo mencatat tambahan positif COVID-19 sebanyak dua orang.

Lalu Kabupaten Blitar, Trenggalek, Lamongan, Kabupaten Pamekasan, dan Nganjuk mencatat tambahan masing-masing satu pasien positif Corona COVID-19.

Sementara itu, pasien sembuh dari Corona COVID-19 sebanyak 101 orang menjadi 3.720 orang. Di satu sisi, pasien meninggal bertambah 19 orang menjadi 834 orang. Sebanyak 6.486 orang masih dirawat.

Orang dalam pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 29.295 orang. Rinciannya antara lain dipantau 5.118 orang, selesai dipantau 24.013 dan meninggal 164 orang.

Pasien dalam pengawasan (PDP) sebanya 10.288 orang. Rinciannya antara lain pengawasan sebanya 4.392 orang, selesai diawasi sebanyak 4.675 orang, dan meninggal 1.221 orang.

Berdasarkan keterangan data, kasus hari ini dihitung dari kumulatif pada 26 Juni 2020 sebanyak 10.886 yang dikurangi kasus pending 26 Juni 2020 sebanyak 126 kasus seingga berjumlah awal 10.760.

Kemudian ditambahkan kasus pada 27 Juni 2020 sebanyak 299 kasus dan ditambah 111 kasus pending pada 27 Juni 2020 sehingga berjumlah total menjadi 11.170 kasus kumulatif.

Sebanyak enam kasus yang semula masuk Surabaya dihapus dan dilakukan verifikasi lapangan karena hasil tracing menunjukkan kasus tidak berdomisili di Surabaya.

Terdapat delapan kasus yang tercatat ganda serta 111 kasus yang masih belum jelas domisilinya dan masih dalam proses verifikasi lapangan, sehingga jumlah rilis kasus berbeda dengan jumlah rilis kasus pusat. (Pusat mencatat 10.901 kasus kumulatif).

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓