Cegah Klaster Baru COVID-19, Polres Gresik Bentuk Terminal Tangguh Semeru

Oleh Liputan6.com pada 26 Jun 2020, 07:00 WIB
Diperbarui 26 Jun 2020, 08:17 WIB
Ilustrasi terminal bus. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)
Perbesar
Ilustrasi terminal bus. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Liputan6.com, Jakarta - Polres Gresik, Jawa Timur, membentuk Terminal Tangguh Semeru, tepatnya di Terminal Bunder, Gresik dengan tujuan mencegah munculnya klaster baru penyebaran COVID-19 di wilayah itu

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto saat meresmikan Terminal Bunder sebagai Terminal Tangguh Semeru mengatakan setiap penumpang yang melewati atau menggunakan fasilitas terminal wajib mengikuti protokol kesehatan, di Gresik, Kamis 25 Juni 2020.

"Kepada petugas Terminal Bunder untuk selalu melaksanakan pengecekan suhu tubuh kepada para penumpang dan apabila ada penumpang suhu tubuh di atas 37,5 derajat agar dibawa ke ruang observasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih intensif," kata Arief, menjelaskan.

Dalam kesempatan itu, Arief juga melakukan pengecekan fasilitas kesehatan yang ada, khususnya di layanan observasi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang terpapar COVID-19, dilansir dari Antara.

"Saya mengimbau kepada para penumpang agar tetap mengikuti protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan menjaga jarak antarpenumpang," ujar dia.

Sementara itu data terkini masyarakat yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Gresik masih cukup tinggi, yakni berada di angka 562 orang, dengan rincian dirawat 427 pasien, sembuh 77 pasien dan meninggal dunia 58 pasien.

Angka itu, bertambah 25 orang yang berasal dari tujuh kecamatan, masing-masing Kecamatan Menganti, Benjeng, Cerme, Kebomas, Gresik, Duduk Sampeyan serta Kecamatan Driyorejo dan Kecamatan Manyar.

Selain itu, konfirmasi meninggal dunia bertambah tiga pasien, mereka masing-masing dari Desa Boteng (Kecamatan Menganti), Desa Babaksari (Kecamatan Dukun) serta Desa Tlogopojok (Kecamatan Gresik).

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓