Durasi Gerhana Matahari Sebagian Paling Sebentar di Wilayah Jatim Ini

Oleh Agustina Melani pada 20 Jun 2020, 14:30 WIB
Diperbarui 20 Jun 2020, 19:40 WIB
Gerhana Matahari Cincin (GMC). (Dokumentasi BMKG)
Perbesar
Gerhana Matahari Cincin (GMC). (Dokumentasi BMKG)

Liputan6.com, Jakarta - Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 21 Juni 2020. Di Indonesia, gerhana matahari cincin akan teramati di 432 pusat kota dan kabupaten di 31 provinsi berupa gerhana matahari sebagian.

Mengutip instagram @infobmkg, ditulis Sabtu, (20/6/2020), gerhana matahari sebagian ini dengan magnitudo terentang antara 0,000 di Kepanjen, Jawa Timur sampai dengan 0,522 di Melonguane, Sulawesi Utara.

Di Jawa Timur, ada kota yang waktu mulai gerhananya paling akhir yaitu di Kepanjen Jawa Timur pukul 15.19.49, WIB. Sedangkan gerhana paling awal di Sabang, Aceh yang terjadi pada pukul 13.16 WIB.

Selain itu, durasi gerhana paling sebentar juga akan terjadi di Kepanjen, Jawa Timur dengan durasi selama tiga menit 17,1 detik. Sedangkan durasi gerhana paling lama akan terjadi di Sabang, Aceh selama dua jam 27 menit 11,1 detik.

Di Indonesia, daerah yang akan mengalami waktu saat puncak gerhana matahari sebagian paling awal adalah kota Sabang, Aceh terjadi pada pukul 14.34 WIB. Kota yang akan mengalami waktu puncak paling akhir di Agats, Papua pukul 17.37 WIB.

Waktu kontak paling akhir paling awal akan terjadi di Tais, Bengkulu yang akan terjadi pada pukul 15.06 WIB dan waktu kontak akhir paling akhir akan terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara pada pukul 17.31 WITA.

Di 83 pusat kota lainnya antara lain dua kota di Bengkulu, tujuh kota di Lampung, 10 kota di Jawa Tengah, tujuh kota di Jawa Timur, serta semua kota di Jawa Barat kecuali Indramayu, Banten, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta tidak akan dilalui gerhana ini. Hal ini lantaran nilai magnitudo gerhana kurang dari 0.

2 dari 3 halaman

Cara Aman Amati Gerhana Matahari Cincin

Gerhana Matahari Cincin.
Perbesar
Gerhana Matahari Cincin. (Liputan6.com)

Untuk mengamati gerhana matahari cincin dengan aman antara lain menggunakan kacamata gerhana berfilter matahari khusus, membuat proyeksi lubang untuk pengamatan secara tidak langsung dengan melihat bayangannya, dan menggunakan plastik film, gabung hingga lima lapis agar benar-benar gelap.

Sedangkan tidak aman yaitu dengan melihat matahari secara langsung, melihat langsung melalui pantulan air dan cermin, dan melihat menggunakan kacamata biasa, kacamata baca dan kacamata 3D.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓