Rp 1 Miliar untuk Tes Cepat Corona Covid-19 Guru SD dan SMP di Kota Madiun

Oleh Liputan6.com pada 15 Jun 2020, 22:00 WIB
Diperbarui 15 Jun 2020, 22:00 WIB
Rapid Test
Perbesar
Paramedis Siloam Hospitals menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) mandiri COVID-19 secara drive thru di Akses Senayan Park Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, Kamis (23/4/2020). Rapid Tes Covid -19 dibanderol seharga Rp 489.000, periode 17-30 April 2020 pukul 08.00-10.00 WIB. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Surabaya Anggaran sebesar Rp 1 miliar akan digelontorkan untuk penyelenggaraan tes cepat Corona Covid-19 di Kota Madiun. Sasaran tes cepat itu adalah guru SD dan SMP di wilayah setempat.

Tes cepat merupakan bagian dari pencegahan penyebaran Covid-19 sebelum kegiatan belajar mengajar dan penerimaan peserta didik baru (PPDB) diberlakukan pada Juli mendatang. Sebelumnya, Pemkot Madiun juga telah melakukan tes cepat terhadap sebanyak 131 kepala dan pengawas SD-SMP di Kota Madiun. Hasilnya, semua dinyatakan non-reaktif

“Kami siapkan anggaran sebagai wujud penerapan tatanan normal baru di sektor pendidikan,” ujar Wali Kota Madiun Maidi, seperti yang dikutip dari Antara, Senin (15/6/2020).

Secara keseluruhan terdapat 1.961 guru sekolah tingkat SD sampai SMP yang diharuskan menjalani tes cepat. Namun, ia masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait jadwal masuk sekolah karena ada dua alternatif yang muncul, yakni pada 13 Juli 2020 atau 1 Januari 2021.

Secara teknis, tiga puskesmas akan melayani tes cepat bagi para guru. Mereka wajib mengikuti tes cepat sebagai syarat kembali mengajar dan masuk sekolah.

“Itu yang menjadi instruksi Wali Kota Madiun sehingga saat masuk sekolah nanti sudah ada kepastian para pengajar bersih dari Corona Covid-19," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓