Banting Setir UMKM Payung Madiun di Tengah Pandemi Corona

Oleh Liputan6.com pada 05 Jun 2020, 04:00 WIB
Diperbarui 05 Jun 2020, 04:00 WIB
Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19
Perbesar
Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19. Kredit: Fernando Zhiminaicela via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta Seorang pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Madiun banting setir di tengah pandemi Corona Covid-19. Semula, ia memproduksi pernak-pernik dan merchandise payung. Kini, ia justru memproduksi dan memasarkan face shield.

Menjadi produsen face shield, sudah dilakoni Sugiyanto, sejak dua bulan lalu. Sebenarnya ia tidak pernah berniat memproduksi alat pelindung diri (APD) itu.

“Awalnya jutsru tidak sengaja,” ujar warga Kelurahan Mejayan, Kecamatan Mejayan, Madiun, ini seperti yang dikutip dari Antara, Kamis (4/6/2020).

Salah satu saudaranya yang bekerja di salah satu puskesmas memesan face shield kepadanya. Ia tidak langsung memproduksi secara swadaya ketika itu. Ia memilih untuk memesan dari luar kota.

Permintaan face shield meningkat, akhirnya laki-laki berusia 42 tahun itu membuat sendiri. Berbekal keterampilan membuat pernak-pernik dan payung, ia memproduksi pelindung wajah yang dipasarkan secara online atau daring.

Konsumennya sebagian besar adalah gugus tugas Covid-19 dan perusahaan. Ia dibantu 10 orang tetangga, teman, dan keluarga saat memproduksi face shield.

Satu buah face shield dijual Rp 15.000 sampai Rp 25.000, tergantung dari ketebalan mika yang digunakan. Dalam sehari ia bisa memproduksi 500 sampai 1.000 unit face shield. Omzetnya pun di atas belasan juta rupiah setiap bulan.

“Saya bersyukur di balik kesulitan karena pandemi Corona Covid-19 masih bisa bertahan,” ucap Sugiyanto.

Bukan soal keuntungan yang diperoleh, ia bahagia bisa membantu tetangga rumah di Madiun yang tidak memiliki pekerjaan bisa memiliki penghasilan.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓