VIDEO: BKKBN Jatim Prediksi Angka Kehamilan Meningkat Saat Pandemi COVID-19

Oleh Agustina Melani pada 02 Jun 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 02 Jun 2020, 14:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Sejak virus corona baru (Sars-CoV-2) masuk di Jatim pada Februari lalu, seluruh masyarakat diimbau tetap di rumah dan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim menyebut ada WFH ini menyebabkan tingkat kehamilan meningkat sekitar 10 persen.

Jumlah ibu hamil di Jawa Timur, meningkat sejak Februari-Mei, peningkatan jumlah ibu hamil di Jawa Timur, mencapai hampir 10 persen. Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada kenaikan angka kehamilan di Jawa Timur, tapi juga disertai menurunkan jumlah pasangan suami istri yang mengikuti program keluarga berencana (KB).

Sebab wanita yang belum ingin hamil atau memiliki anak lagi tidak bisa keluar rumah untuk melakukan KB. Demikian dilansir pada Liputan6, 1 Juni 2020.

"Memang relatif naik, karena angka drop out KB di Jawa Timur sampai dengan bulan April juga mengalami kenaikan signifikan dari bulan Februari dan bulan Maret, saat ini kurang lebih 7,07 persen (414 ribu) peserta KB yang drop out pada saat pandemi,”ungkap Sukaryo, Kepala Perwakilan BKKBN Jatim.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur, berharap tidak ada lagi kehamilan yang tidak direncanakan, selama pandemi COVID-19. Namun, BKKBN Jawa Timur memprediksi angka kehamilan meningkat pada 2-3 bulan ke depan.