Ledakan Petasan Tewaskan Seorang Warga Jember

Oleh Liputan6.com pada 27 Mei 2020, 23:58 WIB
Diperbarui 27 Mei 2020, 23:58 WIB
Menjelang Lebaran, Harga Petasan dan Kembang APi Naik
Perbesar
Pembeli saat memilih petasan di pasar gembrong, Jakarta, Senin (11/6). Imbas meledakanya pabrik petasan di tanggerang beberapa waktu lalu, harga petasan dan kembang api naik saat menjelang Lebaran 2018. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Aparat kepolisian menyelidiki ledakan petasan yang menyebabkan satu orang tewas dan dua orang lainnya mengalami luka-luka di Desa Wonojati, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu, 27 Mei 2020.

"Awalnya kami mendapatkan laporan dari orangtua salah satu korban terkait dengan adanya ledakan petasan yang terjadi di Dusun Beringin Lawang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah," kata Kapolsek Jenggawah AKP Sunarto di Jember, Jawa Timur.

Korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian berinisial S (55) warga Kecamatan Jenggawah, sebagai pembuat petasan dan berdasarkan catatan kepolisian yang bersangkutan merupakan residivis kasus kepemilikan petasan.

"Korban pernah menjalani hukuman selama dua tahun penjara karena kedapatan menjual petasan dan memang pekerjaannya membuat dan menjual petasan di wilayah setempat," ungkapnya, dilansir dari Antara.

Sedangkan dua korban lainnya yang mengalami luka-luka adalah dua orang pelajar di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Jenggawah berinisial SR (15) warga Kecamatan Jenggawah dan RF (15) warga Kecamatan Ajung.

"Kedua korban yang terluka merupakan pembeli petasan yang masih anak-anak. Dua korban yang mengalami luka-luka dilarikan ke Puskesmas Jenggawah, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung," ucapnya.

Ia menuturkan, kasus ledakan petasan itu berawal dari dua pelajar yang membeli petasan cukup besar dengan diameter 10 hingga 15 centimeter dengan tinggi 25 centimeter sehari sebelum Lebaran.

"Namun, saat dinyalakan pada Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, petasan tersebut sumbunya mati dan tidak meledak, sehingga pembeli tersebut siang tadi mengembalikan petasan ke penjual untuk dikasih sumbu baru," ujarnya.

 

2 dari 3 halaman

Olah TKP

Petasan, Kembang Api dan Mercon
Perbesar
Ilustrasi Foto Petasan (iStockphoto)

Korban langsung mengambil dan membetulkan petasan itu dengan bor listrik, sehingga memicu ledakan yang cukup besar hingga menyebabkan korban terluka parah dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Peristiwa ledakan itu baru dilaporkan malam hari dan tempat kejadian perkara sudah dirusak dan korban sudah pindah dari TKP, serta bekas ledakan sudah dibersihkan oleh warga setempat," tuturnya.

Namun, dari hasil olah TKP, lanjut dia, polisi menemukan beberapa barang bukti di antaranya sisa serpihan kertas yang diduga sebagai casing petasan, swab darah yang ditemukan di dinding dapur dan kamar, residu petasan yang menempel di dinding dapur, dan serpihan daging yang menempel di dinding rumah korban.

"Tirai warna biru putih yang ada bercak darah di rumah korban, dua obeng warna biru dan hitam, serta tempat sampah yang berisikan serpihan kertas yang diduga bekas dari kertas petasan," ujarnya.

Sunarto mengatakan Polsek Jenggawah sudah meminta keterangan sejumlah saksi yang diduga mengetahui peristiwa ledakan petasan yang terjadi di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah tersebut.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓