Gugus Tugas COVID-19 Sidoarjo Dorong Swasta Lakukan Rapid Test Mandiri

Oleh Liputan6.com pada 12 Mei 2020, 01:00 WIB
Diperbarui 12 Mei 2020, 01:00 WIB
Rapid Test
Perbesar
Paramedis Siloam Hospitals menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) mandiri COVID-19 secara drive thru di Akses Senayan Park Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, Kamis (23/4/2020). Rapid Tes Covid -19 dibanderol seharga Rp 489.000, periode 17-30 April 2020 pukul 08.00-10.00 WIB. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Bupati Sidoarjo sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Nur Ahmad Syaifuddin berharap pihak-pihak swasta melakukan uji cepat mandiri COVID-19.

"Seperti halnya yang dilakukan Rumah Sakit Mitra Keluarga Waru di halaman parkir Swalayan Giant Waru, yang melaksanakan uji cepat COVID-19 dengan drive thru," kata dia di Sidoarjo, Senin, 11 Mei 2020.

Ia mengemukakan, saat uji cepat, masyarakat tidak perlu turun dari kendaraan untuk mendapatkan layanan uji cepat.

"Rumah sakit tersebut menggandeng aplikasi layanan kesehatan halodoc untuk melakukan rapid tes. Bagi masyarakat yang ingin rapid test dapat mendaftarkan diri diaplikasi tersebut," katanya, dilansir dari Antara.

Ia memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan uji cepat mandiri COVID-19 seperti ini, karena akan sangat membantu Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mencegah penyebaran COVID-19.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang diuji cepat, akan semakin baik karena hal itu sebagai langkah antisipasi sejak dini penyebaran COVID-19.

"Ini bagus, inovasi yang baik, rapid test tanpa turun dari kendaraan, mudah-mudahan pihak-pihak lain bisa mengadakan kegiatan seperti ini," katanya.

 

2 dari 3 halaman

Uji Cepat Sebanyak Mungkin

Tenaga Medis Kota Bekasi Jalani Rapid Test Covid-19
Perbesar
Petugas menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada tenaga medis di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (25/3/2020). Pemeriksaan hanya diperuntukan bagi tenaga medis seluruh puskesmas, dan rumah sakit yang ada di Kota Bekasi. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Oleh karena itu, Wabup yang akrab dipanggil Cak Nur tersebut berharap kegiatan uji cepat dapat dilakukan sebanyak-banyaknya kepada masyarakat. Bahkan, ia berharap pelaksanaan uji cepat dapat tersebar di beberapa titik, mengingat Pemkab Sidoarjo juga telah menganggarkan 20 ribu alat uji cepat.

"Bukan harus Rumah Sakit Mitra Keluarga, bisa saja dari pihak-pihak lain yang ingin berkontribusi untuk itu (uji cepat mandiri). Langkah ini sangat baik kalau perlu ada beberapa titik lebih bagus lagi," ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman mengatakan swab tes COVID-19 akan dilakukan bila terdapat hasil reaktif pada rapid tes kali ini. "Swab tes COVID-19 dilakukan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga," katanya.

Selanjutnya, kata dia, hasil swab tes COVID-19 tersebut akan dilaporkan ke instansinya. Setelah diketahui hasil swab tes positif COVID-19, Dinas Kesehatan Sidoarjo akan melakukan tracing kepada keluarga positif corona maupun tetangganya.

"Kalau yang wilayah Sidoarjo kami tindaklanjuti dengan melakukan tracing, melakukan rapid ulang keluarga atau tetangga di sekitarnya," ujarnya.

Ia mengatakan seseorang dengan hasil reaktif pada uji cepat akan dilakukan isolasi dan isolasi tidak harus dilakukan di rumah sakit. "Isolasi mandiri dapat dilakukan apabila kondisi orang tersebut tidak menunjukkan gejala COVID-19. Namun, apabila ada keluhan serta terdapat komorbid atau penyakit penyerta, akan di isolasi di Ruang Isolasi Khusus (RIK) rumah sakit," katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓