Pemkab Sidoarjo Bakal Gencar Gelar Rapid Test di Berbagai Lokasi

Oleh Liputan6.com pada 07 Mei 2020, 16:30 WIB
Diperbarui 07 Mei 2020, 16:30 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Pelaksanaan rapid test usai tim patroli gabungan memantau kondisi pelaksanaan PSBB di Surabaya Raya yaitu, Surabaya, Gresik dan Sidoarjo pada hari kelima.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Syaf Satriawarman menyatakan, pihaknya akan terus menggencarkan tes cepat atau rapid test kepada masyarakat secara acak.

"Lokasinya juga menyebar di berbagai area di Sidoarjo," ujar dia, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 6 Mei 2020.

Adapun pelaksanaan tes cepat atau rapid test baru-baru ini diadakan di Masjid Al Ikhlas, Bluru, Sidoarjo, Jawa Timur. Dari tes cepat, sebanyak enam orang menunjukkan hasil reaktif dari 123 orang jamaah tarawih.

Kepala Kepolisian Resor Kota Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menuturkan, enam orang anggota jamaah tarawih itu dilakukan tes cepat usai mengikuti salat tarawih di Masjid Al Ikhlas, Bluru, Sidoarjo.

"Hasilnya, dari 123 orang yang dilakukan rapid test, enam orang di antaranya menunjukkan hasil reaktif, yang terdiri dari empat orang pria dan dua orang perempuan," kata Kombes Sumardji.

Ia mengatakan, tidak hanya di Masjid Al Ikhlas, Bluru, tes cepat juga dilakukan di Masjid Baitul Syakur yang berada di Jalan Raya Tropodo, Waru, Sidoarjo.

"Di sana, sebanyak 29 orang dilakukan rapid test usai menunaikan salat tarawih. Hasilnya, semua nonreaktif," katanya.

Kombes Sumardji mengatakan, enam orang anggota jamaah Masjid Al Ikhlas, Bluru, yang hasil rapid test-nya positif itu selanjutnya akan menjalani tes swab untuk memastikan apakah mereka positif COVID-19 atau tidak.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Pelaksanaan rapid test usai tim patroli gabungan memantau kondisi pelaksanaan PSBB di Surabaya Raya yaitu, Surabaya, Gresik dan Sidoarjo pada hari kelima. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sumardji menuturkan, di Sidoarjo memang masih banyak masyarakat yang nongkrong, apalagi keluar malam tanpa ada alasan yang jelas, meskipun sudah dilakukan jam malam selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Satpol PP harusnya menutup tempat usaha karena yang punya kewenangan menutup mereka. Polri dan TNI akan mem-back up," ujar dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓