16 Santri Temboro Positif Corona COVID-19 Jalani Isolasi

Oleh Liputan6.com pada 28 Apr 2020, 09:00 WIB
Diperbarui 28 Apr 2020, 09:00 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Pondok pesantren Al Fatah Temboro Magetan (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 16 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, yang dinyatakan positif terpapar COVID-19 menjalani isolasi atau perawatan di komplek ponpes setempat yang disediakan khusus bagi para santri tersebut.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Magetan Saif Muchlissun mengatakan, belasan santri Ponpes Temboro yang positif COVID-19 tersebut tidak dirawat di rumah sakit, karena semuanya dalam kondisi sehat atau masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).

"Meski dalam kondisi OTG, di ruang isolasi belasan santri tersebut tetap mendapat pengawasan ketat dari petugas medis," ujar Muchlis, sapaan akrab Saif Muchlissun kepada wartawan di Magetan, Senin, 27 April 2020.

Menurut dia, dari 16 santri Ponpes Temboro yang diisolasi tersebut, sebanyak sembilan orang di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) dan sisanya WNI dari sejumlah daerah di Tanah Air, dilansir dari Antara.

Rinciannya adalah delapan orang warga negara Malaysia dan satu orang dari Thailand. Sedangkan sisanya dari Magetan, Lampung, Lombok, Kendari, Makassar, dan Temanggung.

"Isolasi penting dilakukan agar penyebaran virus corona tidak semakin meluas di lingkungan pondok pesantren. Untuk santri asal Malaysia, rencananya akan pulang Senin ini. Tapi, karena dinyatakan positif, maka akan dirawat dulu sampai sembuh," kata Mucchlis yang juga sebagai kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Magetan itu.

Ia menjelaskan, Pemkab Magetan sedang fokus untuk memutus rantai penyebaran virus corona di area ponpes dan wilayah Desa Temboro. Untuk itu, pemkab telah melakukan penanganan sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

 

2 dari 3 halaman

Satu Desa Diisolasi

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Bus disiapkan untuk kepulangan santri asal Malaysia di Temboro, Magetan, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sebenarnya, sebelum para santri itu dipulangkan dari ponpes, pihak Dinas Kesehatan Magetan sudah melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Namun, pemeriksaan saat itu hanya tes kesehatan dasar dan bukan rapid test.

Baru, setelah Pemerintah Malaysia mengonfirmasi terdapat sebanyak 43 santrinya yang positif COVID-19 setelah pulang dari ponpes di Temboro, rapid test dilakukan dengan bantuan alat dari Pemprov Jatim.

Dia juga menyebut bahwa mobilitas di ponpes sebelumnya memang sangat tinggi dan hal itu saat ini sudah diantisipasi oleh pihak pondok yang sudah tidak menerima tamu dari luar. Selain itu, para santri juga sudah dipulangkan lebih awal.

"Memang physical distancing harus dilaksanakan dengan disiplin. Mulai sekarang wajib dan harus melaksanakan imbauan pemerintah," tegasnya.

Muchlis menambahkan, saat ini tak hanya area ponpes yang dilakukan karantina tetapi wilayah Desa Temboro juga sudah dilakukan karantina atau isolasi.

Karantina wilayah itu mengadopsi yang telah dilakukan di Kecamatan Ngariboyo dan Magetan yang terbukti berhasil menekan kasus penyebaran virus corona sebelumnya.

"Saat ini, lalu lintas orang yang masuk Magetan juga diperketat. Pemudik kami minta kembali untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Magetan," katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓