VIDEO: APD Terbatas, Perawat di Mojokerto Modifikasi Helm Proyek Jadi Face Shield

Oleh Agustina Melani pada 17 Apr 2020, 05:00 WIB
Diperbarui 17 Apr 2020, 05:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Berawal dari keprihatinan, kekurangan alat pelindung diri atau APD bagi tim medis. Persatuan Perawat Nasional Indonesia atau PPNI, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, berinovasi dengan membuat helm pelindung wajah dari bahan helm proyek, kaca mika, dan kaleng cat.

Alat pelindung diri tersebut akan diberikan gratis ke tenaga medis yang bertugas merawat pasien Covid-19. Berikut kita simak videonya pada Fokus, 14 April 2020.

Terbatasnya alat pelindung diri atau APD untuk para tenaga medis, membuat Persatuan Perawat Nasional Indonesia atau PPNI Mojokerto, berinovasi dengan membuat APD berupa helm face shield.

Helm face shield atau helm pelindung wajah ini, berbeda dari umumnya. Karena terbuat dari helm proyek, dengan kaca mika. Helm pelindung wajah ini, akan dibagikan gratis kepada para tenaga medis di 68 fasilitas kesehatan, di Mojokerto.

Cara pembuatan helm pelindung wajah ini terbilang mudah. Pertama yang disediakan adalah helm proyek, dengan kaca mika, dikaitkan dengan kaleng plastik bekas cat, agar lebih kuat digunakan sekrup.

Helm jenis ini sangat dibutuhkan sebagai pelindung tenaga medis. Agar tidak mudah tertular virus corona, saat menangani atau merawat pasien kasus Covid-19.

Diharapkan APD sederhana ini, bisa melindungi tim medis yang menjadi garda terdepan penanganan kasus Covid-19, khususnya di Mojokerto. Tak hanya helm face shield, PPNI Kabupaten Mojokerto juga telah memproduksi hand sanitizer yang juga dibagikan kepada tenaga medis.

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.