VIDEO: Harga Cabai Anjlok Bikin Petani di Mojokerto Rugi

Oleh Agustina Melani pada 02 Apr 2020, 15:00 WIB
Diperbarui 02 Apr 2020, 15:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Petani cabai di Mojokerto, Jawa Timur, merugi hingga puluhan juta rupiah. Akibat harga cabai di pasaran anjlok dari Rp 20.000 menjadi Rp 6.000 per kilogram. Mewabahnya virus corona baru (Sars-CoV-2) menyebabkan banyak tengkulak tak mau membeli cabai dengan harga mahal karena kondisi pasar sepi.

Petani cabai merah besar di Desa Medowo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, merugi puluhan juta rupiah. Akibat harga cabai yang anjlok dari Rp 20.000 menjadi hanya Rp 6.000 per kilonya.

Sehingga tidak cukup untuk menutupi biaya tanam dan perawatan, belum lagi biaya obat-obatan yang harganya cukup mahal. Demikian diberitakan pada Liputan6, 31 Maret 2020. 

Kondisi petani kian terpuruk, setelah tanaman cabai juga banyak yang rontok dan membusuk akibat diserang hama.

Selain serangan hama petek, mewabahnya Covid-19 menyebabkan banyak tengkulak yang tak mau membeli cabai petani dengan harga mahal, karena kondisi pasar yang sepi.

Petani cabai hanya bisa berharap, pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga cabai agar petani tak terus merugi dan mewabahnya virus corona segera berakhir.

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.