Cegah Corona COVID-19, Pengurus Pualam Imbau Warga Lamongan di Perantauan Tunda Mudik

Oleh Liputan6.com pada 31 Mar 2020, 12:18 WIB
Diperbarui 31 Mar 2020, 12:18 WIB
H-6 Hari Raya Lebaran, Calon Pemudik Mulai Ramai di Terminal Pulogebang
Perbesar
Sejumlah bus antar kota antar provinsi berjejer menunggu untuk mengangkut penumpang untuk pulang kampung di Terminal Pulogebang, Jakarta, Sabtu (9/6). Diperkirakan akan terjadi lonjakan arus mudik pada H-3 atau H-2 lebaran. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Forum Silaturrahim Putera Lamongan "PUALAM” meminta kepada anggotanya untuk tidak bepergian dulu ke luar daerah/mudik dalam rangka Lebaran 2020. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran Corona Virus Disease 19 (COVID-19).

Surat imbauan bernomor 072/SI/PUALAM/III/2020 tertanggal 30 Maret 2020 tersebut ditandatangani Ketua Umum PUALAM, Dr. Soen’an Hadi Poernomo dan Sekretaris Umum, Moh. Nur Huda tentang Imbauan Pencegahan Penyebaran COVID-19, tembusan surat ini ditujukan juga kepada Bupati Lamongan.

Sekretaris Umum PUALAM, Moh. Nur Huda menyampaikan, imbauan itu dibuat dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona baru (Sars-CoV-2) yang sebabkan Covid-19 di Indonesia. Diharapkan melalui imbauan ini, khususnya warga Perantauan Lamongan dapat berpartisipasi membantu semaksimal mungkin agar penyebaran COVID-19 ini tidak semakin meluas.

Apalagi masyarakat Lamongan terkenal sebagai pedagang kaki lima di antaranya Soto Lamongan, Pecel Lele, Sea Food dan lainnya. Di Jakarta saja lebih dari 3000 lapak, di Batam Riau ada sekitar 400 keluarga, tersebar di seluruh penjuru tanah air, bahkan di beberapa kota di luar negeri.

Disamping itu, dalam imbauan juga dipesankan untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menghindari adanya kerumunan massa, menjaga jarak aman ketika melakukan komunikasi antar individu.

"Yang lebih penting juga adalah berdoa kepada Allah SWT untuk terhentinya wabah Virus Corona ini," tegas Moh. Nur Huda yang juga Sekretaris Koperasi Pecel Lele Lamongan.

 

 

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Bupati Lamongan Imbau Warganya di Perantauan Tunda Mudik

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Konferensi pers di Gedung Grahadi, Sabtu (28/3/2020). (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sebelumnya, Bupati Lamongan, Fadeli juga meminta pada warga Lamongan yang ada di perantauan untuk tidak mudik termasuk pada Hari Raya Idul Fitri mendatang. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus corona baru (Sars-CoV-2) yang sebabkan Covid-19 dan juga untuk kebaikan mereka juga.

Fadeli mengatakan, masyarakat Kabupaten Lamongan itu masyarakat yang cukup komitmen berani dan selalu berada di mana mana. Kebanyakan mereka berdagang dengan membuka tenda seperti penjual pecel lele, sari laut, pedagang kaki lima yang paling banyak di Jakarta. 

"Oleh karena itu kami juga cukup prihatin dengan dinamika saat ini dengan adanya virus covid-19 ini. Di kota-kota besar seperti Jakarta sudah menutup wilayah-wilayah saat ini,” kata dia setelah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawasan di Gedung Negara Grahadi, Sabtu, 28 Maret 2020.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓