Pemuda di Sidoarjo Bagikan Sembako di Tengah Corona COVID-19

Oleh Liputan6.com pada 29 Mar 2020, 14:30 WIB
Diperbarui 29 Mar 2020, 14:30 WIB
Cegah Panic Buying, Kapolda Metro Jaya Pantau Operasi Pasar
Perbesar
Warga membeli beras dan minyak goreng saat Operasi Pasar di Pasar Palmerah, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Perum Bulog menjual gula pasir, beras dan minyak goreng dengan harga murah dan terjangkau yang tersebar di 35 titik pasar. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Jakarta - Gabungan organisasi otonom Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan Aisyiyah Sidoarjo, Jawa Timur, membagikan sedekah bahan pokok kepada masyarakat kurang mampu sebagai upaya menolak bala atas musibah wabah COVID-19.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo, Jawa Timur Yudi Prianto mengatakan, pilihan untuk membagikan bahan pokok itu dilakukan atas kebijakan terkait pembatasan jarak sosial yang akhirnya juga berdampak pada sektor ekonomi masyarakat, Sabtu, 28 Maret 2020.

"Kami yakin sedekah adalah salah satu cara untuk menolak bala atau musibah sebagaimana diajarkan dalam Islam," katanya.

Ia mengatakan melalui sedekah bahan pokok tersebut, kedua elemen strategis Muhammadiyah itu berupaya ikut meredakan kegalauan masyarakat menghadapi pandemi COVID-19. "Semoga pandemi COVID-19 ini bisa segera berakhir," ujarnya, dilansir dari Antara.

Selain Pemuda Muhammadiyah, elemen yang tergabung dalam AMM Sidoarjo adalah Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Hizbul Wathan, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IMM).

"Kami bersinergi dan berupaya memusatkan seluruh energi yang dimiliki untuk ikut mengatasi dampak dari pandemi COVID-19 ini," katanya.

Sementara itu, Ketua PD Aisyiyah Sidoarjo Siti Zubaidah menjelaskan bagi-bagi bahan pokok adalah rangkaian dari berbagai aksi melawan COVID-19.

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Meringankan Beban Terdampak

Satgas Pangan Batasi Pembelian Bahan Kebutuhan Pokok
Perbesar
Pembeli berbelanja dekat kertas pemberitahuan pembatasan pembelian di supermarket Kawasan Cirendeu, Tangsel, Rabu (18/3/2020). Satgas Pangan meminta pedagang membatasi penjualan bahan pokok yakni beras, gula, minyak goreng dan mi instan untuk menjaga stabilitas harga. (merdeka.com/Arie Basuki)

Sebelumnya, kata dia, upaya pencegahan telah dilakukan dengan melakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian cairan pembersih tangan.

"Kami masih terus mengumpulkan bantuan bahan pokok untuk dibagi-bagi. Pada tahap awal ini, sudah ada 200 paket sembako dan 750 botol cairan pembersih tangan yang kami bagikan," ucapnya.

Untuk menghindari kerumunan warga, ujar dia, pembagian bahan pokok diantar langsung ke penerima, di antaranya ialah pengemudi ojek daring, tukang becak, juru parkir, dan warga tidak mampu yang ada di sepanjang Jalan Raya Sidoarjo-Malang.

"Mereka kelompok masyarakat yang terdampak langsung dengan pembatasan sosial ini. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka," katanya.

Agus, salah satu pengemudi ojek daring yang mendapat paket bahan pokok tersebut mengaku senang karena dengan adanya wabah COVID-19 pendapatan menurun drastis.

"Saya dari pagi standby sampai siang baru dapat satu tarikan. Susah sekali sekarang. Mudah-mudahan wabah ini cepat selesai," katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓