Pasien Positif Corona COVID-19 di RSUD Soedono Madiun Bertambah

Oleh Liputan6.com pada 24 Mar 2020, 01:00 WIB
Diperbarui 24 Mar 2020, 01:00 WIB
Paramedis Puskesmas Leuwiliang Bogor menggunakan jas hujan plastik untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedono Madiun, Jawa Timur, saat ini merawat 15 orang dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) terkait dengan virus corona penyebab COVID-19, tiga orang di antaranya terkonfirmasi positif terjangkit.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Soedono Madiun dr Sjaiful Anwar, SpJ mengatakan, jumlah pasien tersebut meningkat dari sebelumnya, pada Jumat 20 Maret 2020 baru terdapat lima PDP yang diisolasi, dengan satu orang di antaranya meninggal dunia, yakni seorang laki-laki asal Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Sedangkan satu PDP lainnya dinyatakan positif terpapar virus corona, yakni seorang perempuan asal Magetan, istri dari pasien positif terjangkit virus corona yang meninggal dunia di Solo dan kemudian dimakamkan di Magetan, dilansir dari Antara.

"Kemudian setelah itu jumlah PDP yang menjalani perawatan di ruang isolasi bertambah 10 orang, sehingga menjadi 15 PDP. Dari penambahan 10 PDP itu, dua orang dari Kota Madiun dan delapan lainnya rujukan dari Kabupaten Magetan," ujar dr Sjaiful Anwar dihubungi wartawan di Madiun, Senin, 23 Maret 2020.

Dari yang delapan rujukan asal Magetan, lanjut Anwar, diketahui dua orang di antaranya positif (terjangkit virus corona), sehingga PDP yang terkonfirmasi positif corona tiga orang.

 

2 dari 3 halaman

Membaik

Petugas Medis Tangani Pasien Virus Corona di Ruang ICU RS Wuhan
Petugas medis dari Provinsi Jiangsu bekerja di sebuah bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Para tenaga medis dari seluruh China telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Menurut dia, dua pasien tambahan yang positif corona rujukan dari Magetan itu merupakan pasangan suami istri, laki-laki berusia 50 tahun dan perempuan berusia 45 tahun. Keduanya dirujuk dari Pemkab Magetan dan tiba di RSUD Soedono Madiun pada Sabtu malam pukul 22.00 WIB, 21 Maret 2020.

Pasangan suami istri asal Magetan itu merupakan bagian dari 17 orang hasil penelusuran Dinas Kesehatan Magetan dan Jawa Timur saat kali pertama ditemukan PDP asal Magetan positif terinfeksi virus corona yang meninggal di Solo.

"Yang jelas, dari 15 PDP itu ada tiga pasien yang positif. Yang positif warga Magetan semua. Yang satu istri dari pasien positif corona yang meninggal di Solo dan dua lainnya adalah suami istri. Mereka masih satu rombongan saat mengikuti seminar di Bogor," katanya.

Ia menuturkan, saat ini belasan PDP tersebut kondisinya terpantau membaik, sudah tidak demam dan batuknya mulai berkurang.

Para PDP yang belum terkonfirmasi statusnya tersebut saat ini masih menunggu hasil uji spesimennya di laboratorium, yang diperkirakan keluar pada tiga hingga lima hari ke depan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓