Risma Bakal Gandeng UMKM Penuhi Kebutuhan APD Tenaga Medis

Oleh Dian Kurniawan pada 23 Mar 2020, 17:30 WIB
Diperbarui 23 Mar 2020, 17:30 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) melakukan audiensi dengan Perdatin Jatim pada Senin (23/3/2020) (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) menyatakan siap memproduksi kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk merespons kebutuhan tenaga medis dalam menangani virus corona baru (Sars-CoV-2) yang menyebabkan COVID-19.

Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin Jatim) mengajukan bantuan untuk kebutuhan APD. Kebutuhan itu antara lain face shield atau alat pelindung wajah yang terbuat dari mika, baju overall dokter, masker, hingga ventilator (alat bantu pernafasan). Untuk itu, mereka juga membawa contoh face shield yang bisa dibuat secara mandiri dari bahan mika.

Risma pun langsung menginstruksikan Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait agar merespons cepat kebutuhan tenaga medis tersebut.

"Saya akan bantu ini, saya akan bantu buatkan. Insya Allah kalau ini saya bisa. Kalau memang (kebutuhannya) itu tak buatin, aku minta contohnya saja,” ujar Risma saat menerima audiensi Perdatin Jatim pada Senin (23/3/2020).

Tak hanya itu, Risma menyebut, agar proses pembuatan baju overall dokter ini bisa segera rampung, ia menggandeng UMKM binaan Dinas Perdagangan (Disdag) Surabaya. Nantinya, UMKM binaan Disdag ini akan diberdayakan dalam proses pembuatan baju overall dokter yang terbuat dari bahan kain korteks tersebut. "Kami siap bantu, UMKM di eks Lokalisasi Dolly juga bisa buat ini (baju overall),” kata dia.

Sedangkan untuk face shield atau alat pelindung wajah, bakal diproduksi secara mandiri oleh jajaran di Pemkot Surabaya. Setidaknya 2.000 face shield dan baju overall bakal disiapkan pemkot untuk membantu kebutuhan tenaga medis Perdatin Jatim.

2 dari 3 halaman

Memerlukan Bantuan APD

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Pemkot Surabaya siapkan bilik sterilisasi yang akan dipasang di rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, Perdatin Jatim mengajukan permohonan bantuan kepada Wali Kota Risma terkait berbagai kebutuhan APD untuk tenaga medis Perdatin Jatim yang menangani Covid-19.

"Perdatin Jatim memohon bantuan kepada ibu wali kota terkait dengan APD, baju overall dan beberapa lagi alat pelindung, termasuk kacamata,” kata Feny sapaan lekatnya.

Menurut dia, karena Perdatin Jatim merawat banyak pasien, sehingga otomatis kebutuhan APD juga banyak. Apalagi, face shield dan baju overall yang biasa digunakan tenaga medis itu hanya bisa digunakan sekali pakai. Karena itu kemudian mereka meminta dukungan Wali Kota Risma agar dibantu kelengkapan medis tersebut. “Kita akan bantu sesuai dengan kebutuhan,” katanya.

Tak hanya siap membantu kebutuhan APD bagi Perdatin Jatim, bahkan Feny menyebut, Wali Kota Risma juga menyiapkan bilik sterilisasi yang dibuat secara mandiri oleh pemkot untuk ditempatkan di beberapa rumah sakit di Surabaya. Salah satunya ditempatkan di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Tadi mereka minta bantuan sekitar 2.000 an (face shield, masker, baju overall). Untuk pelindung wajah (face shield) nanti dibuat oleh pegawai pemerintah kota, sedangkan baju overall dijahit oleh UMKM,” pungkasnya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by