Lawan Corona Covid-19, Ragam Cara di Surabaya Imbau Warga Agar Tak Berkumpul

Oleh Dian Kurniawan pada 23 Mar 2020, 14:30 WIB
Diperbarui 23 Mar 2020, 14:30 WIB
(Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)
Perbesar
Tugu Pahlawan Merah Putih di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)

Liputan6.com, Surabaya - Petugas kesehatan di Surabaya, Jawa Timur saat ini nampaknya tidak hanya berjibaku menangani pasien sakit, tapi juga berkeliling kota untuk memberi imbauan dan kewaspadaan penyebaran virus corona baru penyebab COVID-19.

Hal tersebut seperti yang terlihat Liputan6.com saat melintas di Jalan Karah Surabaya, Senin (23/3/2020). Dengan menggunakan mobil ambulance, petugas kesehatan tersebut memberikan imbauan kepada masyarakat Surabaya untuk tetap menjaga kesehatan diri supaya tidak terjangkit atau menularkan virus corona COVID-19.

Dari dalam mobil ambulance tersebut terdengar suara perempuan petugas kesehatan yang mengatakan, bagi bapak dan ibu untuk tetap di rumah, sayangi keluarga dan anak-anak.

"Jangan berkumpul di satu tempat, hindari perkumpulan dan jaga jarak satu meter," kata petugas kesehatan perempuan tersebut dari dalam mobil ambulance. 

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita. Ia menuturkan, sosialisasi untuk mencegah penyebaran COVID-19 tidak hanya menggunakan ambulance saja tetapi juga mobil dan motor tenaga kesehatan sesuai wilayah masing-masing. ”Terus menerus sosialisasi agar warga paham," ujar Febria saat dihubungi Liputan6.com.

Selain mobil ambulance, ada sejumlah cara dilakukan pemerintah kota (Pemkot) Surabaya dan Polda Jawa Timur untuk mengimbau masyarakat agar melakukan social distancing, menjaga kebersihan dan lainnya sehingga menekan penyebaran virus corona baru yang sebabkan penyakit COVID-19.

 

2 dari 4 halaman

Polisi di Surabaya Bubarkan Pengunjung Kafe

Ilustrasi Social Distancing
Perbesar
Ilustrasi Social Distancing. (Bola.com/Pixabay)

Selain petugas kesehatan, anggota kepolisian juga melakukan hal yang sama, memberikan imbauan kepada warga yang sedang berkumpul di dalam kafe. 

Sambil menggunakan pengeras suara, Kapolsek Wiyung tersebut meminta pengunjung kafe untuk membayar makanan dan minuman terlebih dahulu dan segera membubarkan diri. 

"Kami mengimbau saat ini Pengunjung untuk tinggalkan tempat ini. Seperti yang kita tahu tidak ada kumpul-kumpul seperti ini. Kepada pemilik kafe jangan hanya memikirkan keuntungan. Jangan memikirkan keuntungan tetapi diimbau (tak berkumpul-red). Terima kasih. Saya kasih batas waktu hanya 10 menit, terima kasih atas perhatian dan kerja sama yang baik,” ujar polisi tersebut, seperti dilihat dalam akun media sosial instagram @suroboyo.ku, Senin, 23 Maret 2020.

3 dari 4 halaman

Imbauan Risma di Lampu Merah di Surabaya

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Kamera CCTV yang dipasang di sejumlah persimpangan jalan di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Selain itu, Dinas Perhubungan Surabaya juga sosialisasi imbauan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) kepada warga Surabaya untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau COVID-19.

Salah satunya memasang imbauan Risma di lampu merah di Kota Surabaya, seperti di Pedestrian Crossing Traffic Light (PCTL). Fasilitas ini khusus untuk penyeberangan, ketika operasionalnya dengan menekan tombol menyeberang, kemudian lampu merah menyala dengan diikuti seperti bunyi sirine.

Begini imbauan Risma di PCTL tersebut:

"Saya Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya mengajak seluruh warga Surabaya untuk tidak takut dan mari lawan bersama COVID-19. Yang pertama jaga kebersihan tangan kita dengan minimal mencuci 20 detik, kalau sudah merasa flu meski bukan covid 19 kita harus menutup mulut dengan masker. Ketiga jaga jarak sosialisasi kita minimal 1 meter," tutur dia.

"Keempat tak boleh pegangan tangan, jarak jauh untuk salaman, paling penting diri kita tolong ikuti apa yang saya sampaikan tadi,” ia menambahkan.

Tak hanya itu, Risma juga pernah terjun langsung ke lapangan untuk mengimbau warganya menjalankan sosial distancing. Dengan mobil dan pengeras suara, ia meminta masyarakat Surabaya agar menjaga jarak minimal satu meter.

"Ayo warga Surabaya, tolong jaga jarak dulu satu meter, cuci tangan dulu sebelum makan. Tolong berdiri jauh, tidak boleh dekat, jaraknya satu meter,” ujar Risma, seperti dikutip dari tayangan video di laman Surabaya.go.id, Kamis, 19 Maret 2020.

Risma juga dibantu jajarannya turut mensosialisasikan social distanding. Jajaran Pemkot Surabaya mengingatkan warga Surabaya dapat mengatur jarak dalam sosialisasi.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓