Motif Singo Mengkok, Batik Khas Lamongan yang Melegenda

Oleh Erik Erfinanto pada 15 Mar 2020, 06:00 WIB
Diperbarui 15 Mar 2020, 06:00 WIB
Angkat Kearifan Lokal, Batik Khas Tangsel Suguhkan Motif Budaya
Perbesar
Peserta workshop sedang mencanting batik tulis khas Tangsel di Datik Batik, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (25/10). Motif batik mengambil kearifan lokal Tangsel seperti Anggrek dan Rumah Belandongan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu warisan budaya Indonesia yang mendunia dan terus dilesatarikan adalah batik. Banyak sekali motif batik serta penamaannya, salah satunya adalah kerajinan batik Singo Mengkok asala Desa Sendang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Ketua Komunitas Batik Jawa Timur, Lintu Tulisyantoro menuturkan, Singo Mengkok adalah motif batik legendaris asal Sendang, Lamongan. Singo Mengkok adalah binatang dalam sebuah dongeng, ia berkaki empat dan memiliki bentuk yang unik.

Bintang ini merupakan perpaduan antara dua binatang, yaitu berbadan kijang dan berkepala naga. Diceritakan bahwa bintang ini juga memiliki api. “Singo mengkok dalam motif budaya Cina memiliki kesamaan dengan Kilin,” ucap Lintu, dikutip dari Kominfo.jatimprov.go.id.

Masih dalam mitologi Cina, Kilin merupakan binatang legendaris yang dipercaya mampu mendatangkan kesuburan, kemakmuran dan kejayaan dalam satu daerah. Karena menciptakan berkah, tak heran jika binatang ini sangat dinanti kehadirannya.

Berkah yang dinanti itu kemudian dituangkan dalam berbagai goresan seni. Di kompleks pemakaman Sunan Drajat, yang tak jauh dari dari Desa Sendang, motif Singo Mengkok muncul pada ukiran dinding dan gamelan. Sementara di Desa Sendang, ia digunakan sebagai motif batik

“Singo Mengkok memiliki banyak gambar yang ada di dalam desain batik. Ada yang digambarkan seperti lion, tapi sebagian lagi dengan gambar yang seperti Kilin,” kata Lintu

 

 

2 dari 3 halaman

Perlu Tirakat

Angkat Kearifan Lokal, Batik Khas Tangsel Suguhkan Motif Budaya
Perbesar
Peserta workshop sedang mencanting batik tulis khas Tangsel di Datik Batik, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (25/10). Batik yang dibuat dengan tangan ini mempunyai teknik dan simbol budaya khas Tangsel. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Lintu sempat mewancarai sejumlah pembantik di Desa Sendang. Umumnya mereka menyatakan saat ini mulai jarang yang mau membantik dengan motif Singo Mengkok.

Di antara alasannya motif Singo Mengkok ini tergolong sulit untuk dituangkan dalam sebuah karya batik. Selain itu, ada atusan yang mengharuskan para pembatik untuk melakukan tirakat sebelum membuatnya.

Menurut sesepuh setempat, tirakat itu berupa menjalankan puasa terlebih dahulu sebelum membatik. Tujuannya agar si pembatik dapat lebih memahami spirit visualisasi sosok Singo Mengkok dalam motif batik yang akan dibuat.

Jika tidak memahami spirit motif dalam membuat batik Singo Mengkok ini, akan berisiko terjadinya kesalahan dalam membatik yang bisa berakibat fatal pada nilai luhur keaslian batik tersebut.

Sebab ada detil-detil batik yang tidak bisa diabaikan dalam membuat motif ini. Di antaranya, jika tak berhati-hati, orang bisa melakukan kesalahan dalam melukiskan jumlah kuku pada kaki binatang Singo Mengkok ini.

Meski memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, saat ini Singo Mengkok mulai muncul kembali seiring hadirnya tren yang dibangun untuk melestarikan motif kuno yang ada di Lamongan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓