Nilai Luhur Wali Songo di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Oleh Erik Erfinanto pada 13 Mar 2020, 06:00 WIB
Diperbarui 13 Mar 2020, 06:00 WIB
Makam Sunan Drajat

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pondok pesantren di Indonesia yang mempunyai ikatan kuat dengan Wali Songo adalah Pondok Pesantren Sunan Drajat di Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Pesantren yang berdiri sejak 7 September 1977 ini didirikan oleh KH Abdul Ghofur. Pondok Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur ini didirikan di atas reruntuhan bangunan yang tadinya digunakan oleh Sunan Drajat untuk berdakwah.

Peninggalan Raden Qasim, nama asli dari Sunan Drajat, ada yang tersisa masih sekarang, namun juga banyak yang sudah hilang ditelan zaman. Dari masa vakum selama ratusan tahun itu, kini hadir kembali.

Dari nama yang disematkan dari pondok ini, tampak erat kaitannya dengan nuansa dakwah Sunan Drajat. Maka tak berlebihan jika menyebut pondok ini mempunyai ikatan historis, psikologis dan filosofis yang erat kaitannya dengan ajaran asli Sunan Drajat, dikutip dari laman resmi Pesantren Sunan Drajat ppsd.or.id.

Pesantren ini kini telah berubah menjadi lembaga dengan sistem pendidikan formal namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai asli ajaran Sunan Drajat. Pendidikan formal tersebut antara lain PAUD, TK Mu’awanah, MI Mu’awanah, dan MTs Sunan Drajat.

Selanjutnya, juga terdapat jenjang sekolah menengah hingga perguruan tinggi. mulai dari SMP Negeri 2 Paciran, MA Ma’arif 7 Banjarwati, SMK Sunan Drajat Lamongan, Madrasah Mu’allimin Mu’allimat hingga Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD).

Sedangkan untuk pendidikan Pondok Pesantren Sunan Drajat yang non-formal meliputi, Madrasah Qur’an, Madrasah Diniyah, Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA), dan Pengajian Kitab Salaf (kitab berbahasa Arab tanpa tanda baca).

 

2 dari 3 halaman

Perjuangan Sunan Drajat

Ajaran Sunan Drajat, Lamongan
Makam Sunan Drajat, Lamongan

Perjuangan Sunan Drajat di pesisir pantai utara Lamongan dimulai sejak dirinya diutus oleh Sunan Ampel yang merupakan ayah kandungnya untuk berjuang membantu perjuangan Mbah Banjar dan Mbah Mayang Madu.

Sunan Drajat adalah julukan dari Raden Qosim putra kedua pasangan Raden Ali Rahmatullah (Sunan Ampel) dengan Nyi Ageng Manila (Putri Adipati Tuban Arya Teja). Dia juga memiliki nama Syarifuddin atau Masih Ma’unat.

Sunan Drajat yang merupakan putra Sunan Ampel menjadi tokoh sentral dalam penyebaran agama Islam yang ada di wilayah Lamongan. Raden Qosim atau Sunan Drajat mendirikan pondok pesantren di suatu petak tanah, terletak di areal Pondok Pesantren Putri Sunan Drajat saat ini.

Dia pun mengatakan bahwa barang siapa yang mau belajar mendalami ilmu agama di tempat tersebut, semoga Allah menjadikannya manusia yang memiliki derajat luhur. Karena do’a Raden Qosim inilah para pencari ilmu pun berbondong-bondong belajar di tempat dia dan Raden Qosim pun mendapat gelar Sunan Drajat.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓