Sederet Upaya Pemprov Jawa Timur Antisipasi Virus Corona

Oleh Liputan6.com pada 04 Mar 2020, 06:26 WIB
Diperbarui 04 Mar 2020, 06:26 WIB
Gubernur Khofifah Minta Program Pengentasan Kemiskinan Lebih Inovatif
Perbesar
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat rapat koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kota Batu (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyatakan serius menangani penyebaran virus corona di Indonesia. Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) pernah menuturkan, kalau pemerintah Indonesia serius dan sangat ketat mengikuti protocol dari kesehatan World Health Organization (WHO) yang berkaitan dengan virus corona dan bekerja sama dengan perwakilan WHO yang ada di Jakarta.

Selain itu, Jokowi mengatakan, keseriusan pemerintah dengan menyiapkan lebih dari 100 rumah sakit (RS) yang siap dengan ruang isolasi berstandar baik.

"Kita juga memiliki alat yang memadai sesuai standar internasional,” ujar Jokowi pada Senin, 2 Maret 2020, seperti dikutip dari Kanal Health Liputan6.com.

Jokowi menambahkan, tanpa banyak orang yang tahu ada tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan sipil menangani kasus virus corona ini.

"Kita juga memiliki SOP dengan standar yang sama dengan standar internasional yang ada. Anggarannya ada, ini juga dipriotaskan untuk menangani ini,” ujar Jokowi.

"Kalau kita tidak serius atau dianggap tidak serius, ini sangat berbahaya karena penyakit ini harus kita waspadai,” Jokowi menambahkan.

Pemerintah provinsi Jawa Timur (Jatim) pun sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Gubernur Jawa Timur Khofifah mengingatkan masyarakat untuk menjalani perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Salah satunya cuci tangan sebelm makan. Ini sebagai salah satu langkah mencegah virus corona Covid-19.

"Ini yang sering kita lupakan. Jadi teringat bahwa cuci tangan itu diajarkan sejak PAUD dan TK yang manfaatnya sekarang bisa kita lihat," ujar Khofifah seperti dikutip dari Antara, 2 Maret 2020.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat provinsi setempat tidak resah dan panik menyusul ditemukannya dua warga negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona Covid-19. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tetap waspada.

Khofifah menuturkan, pihaknya telah melakukan antisipasi yang baik dalam menghadapi penyebaran virus covid-19.

Berikut sejumlah upaya pemerintah provinsi Jatim dan pemangku kepentingan lainnya untuk antisipasi virus corona:

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini


Sediakan Body Thermal Scanner

(Foto: Instagram Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa)
Perbesar
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kunjungan kerja ke Bandara Internasional Juanda. (Foto: Instagram Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa)

Ada sebanyak tiga unit thermal scanner yang terletak di kedatangan umrah terminal 1, kedatangan internasional terminal 2 dan keberangkatan internasional terminal 2 sebelum area imigrasi.

Khofifah menuturkan, alat tersebut beroperasi selama 24 jam. Alat tersebut akan mendeteksi jika ada warga yang demam dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celsius.

Mengutip Antara, Rabu, 4 Maret 2020, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya, Muhammad Budi Hidayat menuturkan, jika pengawasan penumpang di Bandara Internasional Juanda Surabaya sudah sesuai dengan standar operasional prosedur sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona.

"Pengawasan sudah dilakukan sesuai dengan standar, mulai pemeriksaan suhu tubuh penumpang sampai dengan pengisian kartu kesehatan," ujar dia.

Ia menambahkan, pengawasan lainnya juga dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Ini terutama untuk kapal asing yang akan bersandar di dermaga setempat.

"Pemeriksaan kapal asing akan dilakukan di Karangjamuang. Kalau seluruh penumpang dan anak buah kapal dinyatakan sehat bisa masuk ke Surabaya," tutur dia.


Berkoordinasi dengan Bandara Lainnya di Indonesia

Bandara Juanda T2 (Dok Foto: Angkasa Pura I)
Perbesar
Bandara Juanda T2 (Dok Foto: Angkasa Pura I)

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya, Muhammad Budi Hidayat menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan bandara-bandara lainnya di Indonesia, terutama yang berhubungan dengan Bandara Juanda, supaya memberitahukan kondisi penumpang.

"Sebelum turun dari pesawat, pasien juga diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermo gun, dan pemindai suhu tubuh di kedatangan," ujar dia.

Ia menjamin, jika memang diketahui ada penumpang yang diindikasikan sedang sakit dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius otomatis akan terdeteksi pada alat tersebut.

"Selanjutnya akan kami bawa ke ruang isolasi dan akan dikirimkan ke Rumah Sakit Umum dr Soetomo Surabaya," kata dia.

Ia mengatakan, rencananya tidak hanya penumpang kedatangan dan keberangkatan internasioanal yang dipindai suhu tubuhnya, tetapi penumpang domestik juga. "Kami akan terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di Bandara Internasional Juanda Surabaya ini," katanya.


Meminta Petugas Puskemas Aktif Pantau Kesehatan Warga

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Puskesmas Pucang Sewu di Surabaya, Jawa Timur, (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

"Hari ini (Senin-2 Maret 2020) kami sudah mengumpulkan seluruh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota, KKP dan beberapa perwakilan pimpinan rumah sakit. Kami meminta mereka lebih aktif melakukan pemantauan di masyarakat," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim dr Herlin Ferliana, seperti dikutip dari Antara.

Sebagai salah satu bentuk antisipatif, kata dia, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang sakit batuk, pilek dan demam menggunakan masker agar tak menular.


Siapkan RS Rujukan

Ilustrasi lorong rumah sakit
Perbesar
Ilustrasi lorong rumah sakit (iStock)

Dinas Kesehatan Jatim menyatakan sudah menyiapkan ruang isolasi jika memang ada gejala terjangkit virus corona Covid-19 antara lain di RSUD dr Soetomo, RSUD Soedono Madiun, RS Saiful Anwar Malang dan beberapa rumah sakit lainnya.

"Puskesmas dan jaringannya juga ikut memastikan dan memonitor keberadaan orang dalam resiko Covid-19," kata Herlin,seperti dikutip dari Antara.


Dinkes Jatim Berkoordinasi dengan Lintas Sektor

Ilustrasi rumah sakit/Pixabay StockSnap
Perbesar
Ilustrasi rumah sakit/Pixabay StockSnap

Dinkes Jatim telah melakukan koordinasi dengan lintas sektor terkait antara lain Kodam V/Brawijaya, Polda Jatim, Imigrasi, KKP, BBTKL, BBLK dan berbagai pihak untuk kesiapan Jatim dalam menghadapi COVID-19.

"Saya imbau kepada masyarakat agar tidak panik, tapi tetap waspada dengan cara meningkatkan upaya preventif atau pencegahan, antara lain menjaga atau meningkatkan imunitas tubuh kita dengan makan bergizi, istirahat cukup, dan olah raga, lalu sebelum dan sesudah beraktivitas mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir," ujar dia.

Kemudian jika batuk lakukan etika batuk dan memakai masker, dan yang terakhir jangan terlalu mempercayai segala info yang tersebar di dunia maya tanpa cek langsung, karena hanya akan memperburuk keadaan.


Warga Diimbau Jalani Pola Hidup Bersih dan Sehat

20151021-Ilustrasi mencuci tangan
Perbesar
Ilustrasi mencuci tangan (iStockphoto)

Dinkes Jatim mengingatkan selalu mencuci tangan sebelum menyentuh anggota tubuh. "Pakai masker jika sakit panas, batuk, pilek. Lalu cuci tangan dan PHBS dilakukan karena kuman mudah masuk ke selaput-selaput kulit," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim dr Herlin Ferliana.

Ia juga mengimbau masyarakat tak panik menyusul ditemukannya dua warga negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

"Waspada iya, tapi jangan panik karena akan banyak yang dirugikan. Jika ada yang mengalami gejala batuk dan demam, segera mungkin memeriksakannya ke puskesmas," ujar dia.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya