Unesa Pertemukan Orangtua Mahasiswa WNI yang Tertahan di Wuhan

Oleh Agustina Melani pada 02 Mar 2020, 10:27 WIB
Diperbarui 02 Mar 2020, 10:27 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Jakarta - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memfasilitasi pertemuan tiga orangtua WNI yang sampai saat ini masih tertahan di Wuhan, China.

Mereka di antaranya Miftahatin Ibunda dari Humaidi Zahid (Lamongan), Dadang Hendrawan Ayah dari M. Rezha Alda Putra (Surabaya), dan Supi’i Ayah dari Nico Fathir Rachman (Gresik).

Pertemuan penuh haru tersebut digelar di kediaman Humaidi Zahid alias Omed di Kec. Solokuro, Kabupaten Lamongan, Minggu 1 Maret 2020 sekitar pukul 10.00 WIB.

Dihadiri oleh Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan beserta seluruh jajaran pimpinan Fakultas Bahasa dan Seni, tempat Omed menempuh studi S1 di prodi bahasa Mandarin Unesa. Omed saat ini tengah menjalani studi S2 di Central China Normal University (CCNU).

Sementara Rezha dan Nico merupakan mahasiswa Hubey University of science of Technology Kota Xianning yang merupakan alumni MA Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.

Seperti diketahui, tiga WNI tersebut tidak lolos health screening pada evakuasi 2 Februari 2020 lalu karena tengah menderita flu sehingga gagal terbang ke tanah air bersama 238 WNI lainnya. Ketiganya diwajibkan mengikuti serangkaian tes kesehatan dan sangat di syukuri hasilnya negatif Corona. Dadang (55) ayah Rezha mengatakan keluarganya sengaja ikut ke Lamongan agar bisa saling menguatkan dan memotivasi satu sama lain.

Sehingga begitu mendengar kabar Unesa akan menggelar pertemuan, keluarganya antusias untuk bergabung. Begitu juga yang dikatakan Supi’i ayah dari Nico yang bergegas berangkat ke Lamongan bersama rombongan Unesa untuk berkunjung ke rumah orangtua Humaidi Zahid.

2 dari 3 halaman

Harapan Orangtua

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Kunjungan Rektor Unesa Prof Nurhasan di rumah orangtua mahasiswa Unesa pada Minggu, 1 Maret 2020. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Dalam pertemuan tersebut ditegaskan para orangtua tiga WNI berharap agar pemerintah dan Unesa membantu anak-anak mereka untuk bisa pulang ke Indonesia.

Apalagi mengingat kondisi tiga WNI tersebut sempat down karena tidak ikut dievakuasi. Prof. Dr. Nurhasan Rektor Unesa menjanjikan akan menyampaikan hasil pertemuan dan harapan para orangtua tersebut kepada Gubernur Jawa Timur, untuk diteruskan ke Kementerian Luar Negeri.

"Keinginan para orangtua tersebut akan langsung dikoordinasikan dengan semua pihak karena pemerintah Wuhan masih menutup akses bandara, sehingga memulangkan tiga WNI yang masih tertahan di Wuhan perlu dukungan banyak pihak”, tegas Nurhasan, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (2/3/2020).

Sementara itu, hingga kini kondisi Omed, Rezha, dan Nico diketahui sehat dan masih tinggal di asrama kampus. Pasokan bahan makanan dikirim oleh pihak kampus CCNU. Mereka saat ini tengah menunggu keajaiban agar segera bisa pulang ke kampung halaman. Bahkan Omed termasuk aktif menuliskan isi hatinya di sosial media tentang keinginannya pulang ke Indonesia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓