BMKG Juanda: Surabaya Berpeluang Hujan Intensitas Sedang pada Malam Hari

Oleh Agustina Melani pada 27 Feb 2020, 11:15 WIB
Diperbarui 27 Feb 2020, 12:18 WIB
20160308-Ilustrasi Hujan-iStockphoto

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi Surabaya, Jawa Timur masih berpeluang hujan pada Kamis (27/2/2020).

Mengutip data BMKG Juanda, cuaca pada siang hari alami hujan petir di sejumlah wilayah di Surabaya. Suhu udara sekiar 33 derajat celsius. Kelembapan udara sekitar 65 persen dengan kecepatan arah angin dari barat 30 KM per jam. Kecuali di Pakal, cuaca cenderung berawan dengan suhu udara 32 derajat celsius. Kelembapan udara sekitar 65 persen dengan kecepatan angin dari arah barat 30 KM per jam.

Dalam laporan prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma menyebutkan kalau sebagian besar wilayah di Surabaya akan alami hujan disertai petir pada pukul 13.00 dan 16.00 WIB. Kecuali di daerah Pakal yang alami berawan pada pukul 13.00 WIB dan hujan intensitas sedang pada pukul 16.00.

Surabaya diperkirakan alami hujan intensitas sedang pada malam hari pukul 19.00 WIB. Sedangkan pukul 22.00 WIB, Surabaya akan cenderun berawan.

Selain itu, BMKG Juanda juga merilis peringatan dini tiga harian di Jawa Timur. Pada Kamis siang ini, waspadai hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat pada siang hingga sore hari di Surabaya, Sidoarjo, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Lamongan, Jombang, Nganjuk, Kabupaten Madiun, Magetan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung.

Selain itu, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, dan Banyuwangi. Sedangkan pada malam hari di Kota Mojokerto, Lamongan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Bondowoso, Situbondo, dan Sumenep.

2 dari 3 halaman

BMKG: Puncak Musim Hujan hingga Maret

20160308-Ilustrasi Hujan-iStockphoto
Ilustrasi Hujan (iStockphoto)

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan cuaca ekstrem di Indonesia akan berlangsung hingga Maret 2020.

"Kalau menurut prediksi BMKG untuk wilayah Indonesia terjadinya cuaca ekstrem tidak serempak, silih berganti. Rata-rata puncak musim hujan Februari-Maret, khusus DIY dan Jateng berlangsung pada Januari-Februari," kata Kepala BMKG Dwikora Karnawati di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa 11 Februari 2020.

Selanjutnya, ujar dia, di kisaran April-Mei sudah memasuki musim kemarau, transisinya adalah pancaroba.

"Untuk ancaman bencananya beda lagi, bukan longsor atau banjir tetapi angin puting beliung. Imbauan kami agar ini bisa diwaspadai oleh seluruh pihak," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 Semarang Tuban Wiyoso mengatakan lebih awalnya cuaca ekstrem yang menjangkau Jawa Tengah dibandingkan wilayah lain karena cuaca di Jawa lebih didominasi oleh pengaruh angin monsun.

"Ini terjadi pada kurun waktu Desember-Februari, puncaknya Januari-Februari. Angin monsun sendiri merupakan angin yang bertiup dari Asia ke wilayah Indonesia. Seperti angin darat, yaitu angin laut tetapi skala musiman, ini dipengaruhi oleh posisi matahari," kata dia seperti dikutip dari Antara.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓