5 Jembatan di Surabaya, Bersejarah hingga Bergaya Klasik

Oleh Liputan Enam pada 18 Feb 2020, 06:00 WIB
Diperbarui 18 Feb 2020, 06:00 WIB
Jembatan Merah
Perbesar
Salah satu tempat yang dapat dikunjungi untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November. (foto: panduanwisata.com)

Liputan6.com, Jakarta - Surabaya, Jawa Timur  salah satu kota yang menyimpan banyak cerita bersejarah. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya peninggalan-peninggalan yang ada di setiap sudut Surabaya.

Terdapat beberapa bangunan yang menjadi saksi bisu pertempuran 10 November bersejarah yang terkenal di Surabaya, yaitu Jembatan Petekan. Pertempuran tersebut dilakukan arek-arek Suroboyo untuk melawan penjajah.

Kali ini Liputan6.com akan merangkum beberapa jembatan bersejarah  yang berdiri di Surabaya. Tak hanya itu, tetapi juga jembatan untuk menghubungkan wilayah Surabaya dan Madura sehingga dapat genjot ekonomi dan pembangunan di wilayah tersebut, yang mengutip dari berbagai sumber, Selasa (18/2/2020):

1. Jembatan Merah

Masyarakat Surabaya sudah tidak asing lagi dengan bangunan bersejarah satu ini, Jembatan Merah. Jembatan ini terletak di Jalan Kembang, Surabaya, Jawa Timur.

Seperti namanya, Jembatan Merah mempunyai warna merah pada tiangnya. Jika ditilik, tak ada yang berbeda dari jembatan ini dengan jembatan lain. Tetapi siapa sangka, jika jembatan ini menyimpan bayak sejarah yang pernah terjadi di Surabaya.

Pada masa kolonial, beberapa daerah komersil di pantai utara Surabaya diminta oleh pemerintahan Belanda. Jembatan Merah ini dianggap salah satu lokasi penting karena menjadi satu-satunya akses transportasi perdagangan, yaitu rute Kalimas dan Gedung Residensi Surabaya. Jembatan Merah menjadi salah satu saksi bagaimana Belanda menguasai hampir seluruh wilayah Surabaya.

Jembatan Merah pun menjadi saksi bisu pertempuran antara arek-arek Suroboyo dengan penjajah pada 10 November 1945. Dalam pertempuran ini, petinggi penjajah, Brigadir Jenderal Mallaby tewas. Jembatan ini pun diabadikan dalam sebuah lagu berjudul Jembatan Merah.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini


2. Jembatan Petekan

Tempat Terbaik Menikmati Senja di Kota Surabaya
Perbesar
Jembatan Bulak / Sumber: Wikimedia

Jembatan Petekan merupakan salah satu jembatan yang mempunyai nilai bersejarah di Surabaya. Jembatan ini terletak di Kelurahan Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Jembatan ini dibangun di atas sungai Kali Mas, tepatnya di daerah yang dikenal dengan jalan Jakarta (Bataviaweg). Jembatan ini dibangun pada masa pemerintahan Belanda yang bekerja sama dengan N.V. Bratt and Co. Pada 1939.

Pada masa kolonial Belanda, Jembatan Petekan ini digunakan sebagai jalur untuk keluar dan masuknya kapal dari selat Madura ke pusat kota dan dijadikan sebagai gerbang perekonomian.

Jembatan Petekan ini dioperasikan dengan mesin yang berada di kedua tiang tebal. Di mesin terdapat dua roda gigi yang melekat pada tiang dan dapat menggerakkan dua tuas untuk menaikkan dan menurunkan jembatan konstruksi.

Pada saat pertempuran 10 November 1945 pecah, Jembatan Petekan digunakan sebagai titik kunci guna menahan serangan dari tentara sekutu. Arek-arek Suroboyo mempertahankan wilayah ini dijadikan sebagai basis pertahanan timur Surabaya.

Di sekitaran jembatan masih terlihat beberapa bangunan kuno yang juga turut menyaksikan beragam peristiwa yang terjadi di sekitar Jembatan Petekan.


3. Jembatan Suroboyo

Salam Senja
Perbesar
Banyak warga memanfaatkan momen liburan untuk menikmati senja di anjungan Jembatan Suroboyo, Kota Surabaya, Jawa Timur. (Liputan6.com/Dhimas Prasaja)

Selain patung Sura dan Baya, Jembatan Suroboyo juga menjadi ikon untuk kota Surabaya. Jembatan ini berada di Jalan Raya Pantai Lama, Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak, Surabaya.

Jembatan tersebut mempunyai panjang 18 meter, tinggi 12 meter, dan ditahan oleh 150 tiang pancang. Jembatan Suroboyo ini biasanya menampilkan atraksi air mancur menari tiap Sabtu.

Namun, pada Agustus 2018 jembatan ini ditutup untuk penataan pedagang kaki lima, lahan parkir, dan pedagang asongan. Jembatan Suroboyo kemudian dibuka kembali pada Februari 2019.


4. Jembatan Suramadu

Jembatan Suramadu
Perbesar
brilio/frs

Jembatan Suramadu adalah jembatan ikonik yang menghubungkan Surabaya dengan Madura. Mengutip laman bpws.go.id, jembatan ini mempunyai panjang 5,4 kilometer.

Jembatan ini dirancang sejak masa pemerintahan Presiden Soeharto. Awalnya, pada 1960-an Prof. Dr. Sedyatmo (alm) mengajukan gagasan tentang menghubungkan pulau Sumatra dan Pulau Jawa.

Soeharto yang menunjuk Menteri Negara Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) kala itu BJ Habibie untuk mengkaji pembangunan jembatan. Pada zaman tersebut, banyak hal menerpa dan membuat pembangunan jembatan tertunda.

Kemudian pada 2003, terdapat Keputusan Presiden Nomor 79 tanggal 27 Oktober 2003 tentang pembangunan Jembatan Surabaya-Madura yang menyatakan pembangunan Jembatan Suramadu dapat dilanjutkan kembali. Jembatan Suramadu menjadi bukti keberhasilan untuk menghubungkan Surabaya dan Bangkalan di Madura.


5. Jembatan Ketabang

Potret Jembatan Ketabang Kali, Spot Foto Baru Bergaya Vintage
Perbesar
Potret Jembatan Ketabang Kali, Spot Foto Baru Bergaya Vintage (sumber:Instgaram/surabaya).

Baru-baru ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka jembatan yang rampung direnovasi, Jembatan Ketabang. Jembatan ini disulap menjadi lebih rapi dan tertata.

Jembatan ini berfungsi untuk menghubungkan Jalan Ketabang dengan Jalan Pemuda, Surabaya, Jawa Timur. Jembatan Ketabang ini mempunyai gaya vintage, banyak yang berswafoto di jembatan ini.

Selain itu, Jembatan Ketabang juga banyak ditumbuhi tanaman dan rerumputan hijau sehingga membuat kesan asri tampak pada sekelilingnya. Jika berada di Surabaya, jangan lupa untuk mengunjungi jembatan-jembatan bersejarah dan unik di Surabaya.

 

(Shafa Tasha Fadhila - Mahasiswa PNJ)

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya