Dinkes Jawa Timur Sebut Tak Ada Penyambutan Khusus Warganya dari Natuna

Oleh Liputan6.com pada 14 Feb 2020, 22:00 WIB
Diperbarui 14 Feb 2020, 22:00 WIB
Tiba Di Batam, WNI dari Wuhan Langsung Dibawa Menuju Natuna
Perbesar
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China keluar dari pesawat Batik Air di bandara internasional Hang Nadim, Batam, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 245 WNI di Wuhan akan dievakuasi ke Indonesia terkait merebaknya virus corona di kota tersebut. (AFP/Ricky Prakoso)

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kesehatan Jawa Timur (Jatim) memastikan 65 warga yang tiba dari karantina di Pulau Natuna, Kepulauan Riau dalam kondisi sehat. Selain itu, pihaknya juga menyatakan tidak ada penyambutan khusus bagi 65 warga yang tiba dari karantina di Pulau Natuna, Kepulauan Riau usai dipulangkan dari Wuhan, China karena merebaknya virus corona.

"Tidak ada penyambutan secara khusus karena kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, juga berkoordinasi dengan KKP dan semuanya, bahwa sudah dipastikan tidak ada virus corona di dalam tubuh mereka," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana, seperti dikutip dari Antara, Jumat (14/2/2020).

Herlin menuturkan, dari Pulau Natuna sebanyak 65 warga Jawa Timur bersama ratusan warga daerah lainnya akan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan selanjutnya dipulangkan ke daerah masing-masing.

Selain itu, tak ada pemeriksaan lebih lanjut dengan kondisi kesehatan 65 warga Jawa Timur tersebut, karena mereka sudah melalui observasi dua kali dari masa inkubasi. Mereka juga bakal dibekali dengan kartu sehat dari virus corona. "Hingga nanti pada saat mereka pulang sama seperti orang lain," tutur dia.

2 dari 3 halaman

Imbauan Dinas Kesehatan Jawa Timur

Tiba Di Batam, WNI dari Wuhan Langsung Dibawa Menuju Natuna
Perbesar
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China keluar dari pesawat Batik Air di bandara internasional Hang Nadim, Batam, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 245 WNI di Wuhan dievakuasi ke Indonesia terkait merebaknya virus corona di kota tersebut. (AP Photo/Luth Panjalu)

Herlin mengimbau 65 warga Jawa Timur itu agar tidak berkumpul dengan banyak orang untuk beberapa saat. Alasannya sebagai kewaspadaan dengan virus baru itu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ia juga mengimbau apabila ditemukan gejala panas dan sesak nafas segera periksakan diri ke pusat kesehatan terdekat.

"Maka kalau sudah sampai di daerahnya masing-masing harus menjaga (kesehatan). Untuk sementara, jangan terlalu banyak kumpul dengan orang-orang sampai beberapa hari ke depan," ujar dia.

"Meskipun Kementerian Kesehatan sudah menyatakan bahwa sudah melalui dua kali masa inkubasi insyaallah aman. Akan tetapi, Namanya virus-virus baru, jadi kita tetap harus waspada sementara jangan kumpul dengan banyak kurang," tutur Herlin.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓