VIDEO: Protes Petani Tambak di Lamongan Tetap Ingin Pupuk Bersubsidi

Oleh Agustina Melani pada 10 Feb 2020, 15:00 WIB
Diperbarui 10 Feb 2020, 15:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Menyusul sulitnya mendapatkan pupuk, ribuan petani tambak di Lamongan, Jawa Timur, Kamis siang turun jalan. Aksi dilakukan untuk menuntut dihapusnya Permentan Nomor 1 Tahun 2020, Tentang Kebijakan HET dan Alokasi Pupuk Bersubsidi.

Aksi sempat ricuh, saat petani hendak masuk ke Pemkab di hadang petugas. Berikut liputan videonya pada Liputan6, 7 Februari 2020. Ribuan petani yang diangkut menggunakan puluhan kendaraan terbuka turun dan berkumpul di Gedung Olah Raga Lamongan.

Selanjutnya, dengan membawa berbagai macam poster bertuliskan tuntutannya, ribuan petani di delapan kecamatan di Kabupaten Lamongan mendatangi Kantor DPRD, dan kantor Pemkab Lamongan.

Aksi ini sebagai buntut adanya kelangkaan pupuk bersubsidi yang dirasakan petani petambak, dipicu Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2020, Tentang Alokasi Serta Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun 2020, yang dinilai menyengsarakan petani petambak.

Menurut petani petambak, Permentan tersebut dirasa sangat menyengsarakan, mengingat saat ini sudah memasuki musim tabur benih ikan, dan membutuhkan pupuk.

Aksi yang dilakukan ribuan petani tambak ini sempat memanas, saat mereka berusaha merangsek masuk ke Pemkab Lamongan menemui Bupati Fadeli. Namun, petugas berusaha menghalau bahkan petugas mengamankan salah satu pendemo diduga sebagai provokator.

Untuk menghindari aksi anarkis, Bupati Lamongan menemui para pendemo. Aksi ini sebagai protes atas Permentan yang tidak membolehkan petani tambak memperoleh pupuk bersubsidi.

Petani tambak di Lamongan protes, sebab karakter tambak mereka merupakan jenis tambak yang harus diberi pupuk saat benih ikan ditabur. Jika tidak, petambak terancam gagal panen, karena banyak ikan yang mati.