Surabaya Kembali Berpotensi Alami Hujan Lebat

Oleh Agustina Melani pada 02 Feb 2020, 17:37 WIB
Diperbarui 02 Feb 2020, 17:37 WIB
(Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)
Perbesar
Tugu Pahlawan Merah Putih di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)

Liputan6.com, Jakarta - Surabaya, Jawa Timur digujur hujan deras sejak Jumat 31 Januari 2020. Akibat hujan lebat tersebut membuat banjir di sejumlah wilayah di Surabaya.

Menghimpun berbagai sumber, genangan air setinggi kurang lebih 40 centimeter terjadi di sepanjang frontage Ahmad Yani sisi utara setelah Bundaran Waru hingga flyover Wonokromo. Banjir juga menggenangi bagian Rumah Sakit Islam (RSI) Wonokromo, Surabaya. Banjir juga terjadi di wilayah Ketintang atau sisi selatan Royal Plaza.

Informasi yang dihimpun Antara, wilayah yang terendam banjir di Kota Pahlawan di antaranya Bukit Mas, Ketintang, Dukuh Kupang, Jalan Ahmad Yani atau depan Graha Pena, Kertajaya, kawasan Kodam V Brawijaya dan lainnya.

Hujan pun kembali menggujur pada Sabtu, 1 Februari 2020. Banjir kembali terjadi di sejumlah lokasi, salah satunya di Jalan Mayjen Sungkono. Pemerintah Kota Surabaya pun berupaya untuk meminimalkan dampak banjir tersebut. Mengutip twitter @surabaya, lima unit damkar yang dikerahkan ke beberapa titik lokasi. Ini bertujuan untuk membantu menyedot dan membuang air tersebut ke saluran lebih besar.

Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim menuturkan, selama dua hari ini Surabaya diguyur hujan lebat dan sangat lebat. Hal ini berakibat banjir di daerah cekungan dan padat penduduk karena kurangnya lahan terbuka.

“Sesuai regulasi, hujan termasuk lebat itu sekitar 50-100 milimeter dalam penakaran satu hari.Hujan sangat lebat itu lebih dari 100 milimeter per hari, sudah termasuk sangat lebat di Surabaya,” kata Oky saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (2/2/2020).

Oky menuturkan, potensi hujan lebat ini masih terjadi hingga tiga hari ke depan di Surabaya dan sekitarnya. Hal ini mengingat mendekati puncak musim hujan.

"Potensi hujan tiga hari ke depan di Surabaya dan sekitarnya dengan intensitas lebat. Puncak musim hujan pada Januari hingga Februari tetapi berdasarkan data yang ada Januari belum masuk puncak musim penghujan. Kemungkinan pertengahan Februari,” ujar dia.

Oleh karena itu, mendekati puncak musim penghujan tersebut, Oky menuturkan agar warga dapat memperhatikan dan membersihkan saluran air di perumahan dan permukiman agar tidak menyumbat sehingga timbulkan genangan. “Daerah-daerah di wilayah dataran tinggi ancaman longsor. Ini di Jember terjadi banjir bandang,” kata dia.

 

2 dari 3 halaman

Hujan Lebat Akibatkan Banjir di Surabaya Jelang Akhir Pekan

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Banjir terjadi di sejumlah wilayah di Surabaya, Jawa Timur pada Jumat, 31 Januari 2020. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sebelumnya, hujan yang mengguyur Surabaya, Jawa Timur pada Jumat sore hingga malam hari, 31 Januari 2020 menimbulkan banjir di sejumlah wilayah.

Dihimpun dari berbagi sumber, genangan air setinggi kurang lebih 40 centimeter terlihat di sepanjang Frontage A Yani sisi utara setelah bundaran Waru hingga flyover Wonokromo. Banjir juga menggenangi bagian Rumah Sakit Islam (RSI) Wonokromo, Surabaya.

Banjir juga terjadi di wilayah Ketintang atau sisi selatan Royal Plaza. Kemacetan yang dari Frontage menuju ke Ketintang tak terelakkan lagi.

Banjir juga melanda perkampungan di Kawasan Wonocolo di Surabaya, mencapai ketinggian 60 sentimeter. Bahkan, ada beberapa rumah warga yang permukaan lantai rumahnya tak terlalu tinggi dari jalan kampung turut terendam.

"Di Bukit Mas, tepatnya di jalan depan rumah saya juga banjir," kata warga Bukit Mas, Pertiwi Ayu Khrisna, Jumat pekan ini, seperti mengutip Antara.

Informasi yang dihimpun Antara, wilayah yang terendam banjir di Kota Pahlawan di antaranya Bukit Mas, Ketintang, Dukuh Kupang, Jalan Ahmad Yani atau depan Graha Pena, Kertajaya, kawasan Kodam V Brawijaya dan lainnya.

Menurut Ayu, akibat hujan deras di Bukit Mas tersebut jalanan tidak bisa dilewati sehingga banyak kendaraan bermotor, khususnya roda dua mogok.

"Tadi saya lihat mereka (pengendara motor) ke pinggir cari tempat yang tinggi atau ruko setelah motonya mogok," ujar Ayu yang juga Ketua Komisi A DPRD Surabaya ini.

Ayu menilai saluran air tidak terkoneksi dengan baik sehingga mengakibatkan banjir. Untuk itu, dia meminta Pemkot Surabaya membenahi semua titik yang menjadi penyebab banjir. Hal sama juga dikatakan Ifa, warga Rungkut yang sempat terjebak banjir di kawasan Kodam V Brawijaya.

"Tadi mobil saya sempat mau mogok, tapi saya langsung ke pinggir, ke dataran tinggi. Saya melihat banyak motor yang mogok," kata dia.

Ifa mengatakan hujan kali ini cukup deras sehingga membuat daerah Kodam sempat tergenang air hujan. "Biasanya ini jarang terjadi. Saya kebetulan sering datang ke daerah Kodam," ujar dia.

 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓