Kisah Melempar Biji Tumbuh Pohon Kurma Nabi

Oleh Liputan6.com pada 20 Jan 2020, 18:00 WIB
Diperbarui 20 Jan 2020, 18:00 WIB
Ilustrasi Kurma
Perbesar
Ilustrasi Kurma (iStockphoto)​

Liputan6.com, Jakarta - Siapa sangka oleh-oleh biji buah kurma yang dilempar di teras rumah dapat tumbuh di Ponorogo, Jawa Timur. Pohon kurma jenis Ajwa atau kurma nabi berukuran besar dan tumbuh subur itu berada di rumah Budijono, di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo.

Budijono mengaku, pohon kurma miliknya sudah berbuah tiga kali. Dia tidak percaya jika biji buah kurma yang dia lempar di teras rumah kala itu, bisa tumbuh. Apalagi kurma yang tumbuh ini, adalah jenis pohon kurma nabi atau ajwa.

"Ini usianya 15 tahun lebih. Ini oleh-oleh dari haji terus saya tanam,” ujar pemilik Pohon Kurma, Budi Jono, seperti dikutip dari tayangan Fokus, ditulis Senin (20/1/2020).

Tumbuhnya pohon kurma di rumah Budi Jono menarik perhatian warga terutama ibu-ibu. Para ibu-ibu membeli kurma tersebut untuk kesuburan kandungan. Salah satunya Susiani yang membeli kurma untuk temannya. Adapun Budi Jono membatasi jumlah pembelian. Satu orang maksimal 3 ons dengan harga Rp 15 ribu.

“Untuk teman, menambah kesuburan kandungan,” ujar salah satu warga Susiani.

Selain untuk membeli, warga datang hanya untuk sekadar berswafoto berlatar pohon kurma yang tumbuh sejak 15 tahun lalu. Lantaran banyak warga yang datang, sejumlah polisi pun disiagakan di lokasi. Sementara, Budijono menjual buah kurma muda.

Lantaran banyak warga yang datang, sejumlah polisi pun disiagakan di lokasi. Sementara Budi Jono menjual buah kurma muda kepada yang benar-benar membutuhkan.

2 dari 3 halaman

Kebun Kurma Sukorejo Jadi Sarana Penelitian

Ilustrasi buka puasa dengan kurma
Perbesar
Ilustrasi buka puasa dengan kurma (sumber: iStock)

Sebelumnya, pohon kurma yang dikenal tanaman khas padang pasir, ternyata bisa tumbuh subur di daerah tropis seperti iklim di Indonesia. Buktinya, di salah satu obyek wisata di Pasuruan, Jawa Timur, pohon kurma bisa tumbuh subur dengan berbagai varietas mulai ajwah, emirat, kholas dan sayer.

Keberhasilan budidaya tanaman kurma ini menjadi daya tarik puluhan petani dari berbagai daerah di Indonesia, untuk belajar menanam dan mengembangkannya di daerah asalnya nanti. Demikian mengutip dari program Fokus, 10 Desember 2019.

Di atas lahan seluas 2 hektar di salah satu obyek wisata di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Pasuruan inilah pohon kurma dapat tumbuh subur. Sehingga membuat puluhan petani dari berbagai daerah di Indonesia, tertarik untuk belajar budi daya kurma.

Didampingi seorang ahli tanaman kurma asal Thailand, Dr Kolaka, mereka diajari mengenal berbagai varietas kurma, hingga cara menanam dan memanennya.

Terdapat empat varietas kurma yang dapat tumbuh subur di daerah tropis seperti negara Thailand dan Indonesia, yakni jenis kurma ajwah, emirat, kholas dan sayer yang dapat dipanen setiap 3 bulan sekali. Para petani yang hadir mengaku senang dan termotivasi untuk ikut membudidayakan kurma di daerah asalnya nanti. Bagi mereka, ilmu yang didapat cukup mudah dipahami dan mudah untuk dipraktekkan.

Tak hanya sebagai tempat agro wisata, kebun kurma ini juga kerap dijadikan tempat penelitian dan pembelajaran bagi para peneliti dan mahasiswa di bidang pertanian sebagai upaya pengembangan tanaman potensial bagi para petani.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by