VIDEO : Korps Marinir dan Polri Gelar Tanggap Bencana dan Penanggulangannya

Oleh Agustina Melani pada 16 Jan 2020, 20:00 WIB
Diperbarui 16 Jan 2020, 20:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Bersama BPBD, Basarnas dan sebuah komunitas mobil offroad di Jawa Timur, ratusan anggota Korps Marinir menggelar apel kesiapsiagaan Tanggap Bencana di lapangan Bhumi Marinir, Karang Pilang, Surabaya.

Dalam apel tersebut ditunjukkan kesiapan sedikitnya 250 personel Marinir yang memiliki kemampuan khusus penanggulangan bencana. Tak hanya itu, puluhan mobil offroad juga disiapkan untuk penanganan di medan berat yang terdampak maupun terisolasi bencana banjir atau tanah longsor.

Mobil offroad dianggap sangat efektif diterjunkan di lokasi bencana, untuk membantu korban, sekaligus operasional pasukan dan petugas penanggulangan bencana.

"Kesiapsiagakan bencana Korps Marinir, bersama komunitas Indonesia offroad Federation Jawa Timur (IOF). Dihadiri Kepala BPBD, Basarnas, dan ormas, untuk Korps Marinir bukan kewilayahan dan siap diversi ke seluruh wilayah Indonesia,” kata Kolonel (Mar) Citro Subono, Danmen Banpur 2 Marinir.

Sementara di Madiun aparat Polres setempat menanam sedikitnya 2.000 Pohon Sono dan Sengon di lahan kritis kawasan lereng Gunung Wilis, tepatnya di Desa Randualas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Lahan gundul, akibat penebangan liar itu kembali dihijaukan. Tujuannya ke depan agar lahan ini, bisa kembali mampu menahan curah hujan yang tinggi dan menghindari longsor.

Di Kabupaten Madiun ada sejumlah wilayah yang saat ini memiliki lahan kritis sehingga ketika hujan turun, berpotensi menyebabkan banjir dan longsor.

Upaya ini akan dilakukan bertahap, selanjutnya sejumlah lahan kritis di lereng Gunung Wilis juga akan dihijaukan dengan tanaman produktif. Demikian diberitakan pada Fokus, 13 Januari 2020.