VIDEO: Seorang Ayah di Jember Tega Sekap Anaknya di Kandang Ayam karena Gawai

Oleh Agustina Melani pada 14 Jan 2020, 11:28 WIB
Diperbarui 14 Jan 2020, 11:28 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Seorang bocah berusia 11 tahun di Jember, Jawa Timur, menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh orangtuanya sendiri. Dalam kondisi kedua tangan dan kaki terborgol, korban disekap di kandang ayam di samping rumahnya.

Beruntung sang anak akhirnya berhasil meloloskan diri, dan meminta pertolongan warga sekitar. Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Sukorambi, Jember, Minggu pagi, mendatangi lokasi penyekapan seorang bocah berinisial MI warga Dusun Manggis, Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Jember.

Selain memeriksa TKP, polisi juga memintai keterangan para saksi yang pertama kali mengetahui tindak kekerasan di kandang itu. Lokasi penyekapan merupakan kandang ayam, yang tak lain adalah milik ED, ayah kandung sang bocah sendiri.

Di kandang ayam yang letaknya di samping rumah itu, korban diduga disekap dalam kondisi kedua tangan dan kaki terborgol. Beruntung korban akhirnya berhasil melarikan diri, saat kedua orangtuanya tidak berada di rumah.

Aksi penyekapan terhadap bocah berusia 11 tahun itu terungkap Sabtu sore. Saat itu dalam kondisi tubuh tanpa busana, korban tiba-tiba berlari dan meminta pertolongan tetangganya. Korban kemudian dievakuasi warga ke Mapolsek Sukorambi untuk melepaskan kunci borgol yang membelenggu tangan dan kaki korban.

Polisi kemudian mendatangi lokasi penyekapan, sekaligus mengamankan kedua orangtua korban ke Mapolres Jember. Hasil penyelidikan sementara, kedua orang tua korban tega memborgol dan menyekap anaknya sendiri karena kesal korban sering bermain gawai.

Menurut warga sekitar, korban selama ini tinggal bersama sang ayah kandung serta ibu tiri yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang ayam di pasar.

Kasus penyekapan anak di bawah umur ini sendiri kini telah dilimpahkan penanganannya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jember.

Polisi hingga kini masih memeriksa intensif kedua orangtua korban, guna mendalami motif sekaligus berapa lama korban disekap. Sedangkan korban penyekapan sementara itu diungsikan di rumah salah satu kerabatnya.

Berikut kita simak video liputannya pada Fokus, 13 Januari 2020.