Perintah Gubernur Khofifah dari Tanah Suci untuk Kepala Daerah se-Jatim

Oleh Liputan Enam pada 02 Jan 2020, 22:30 WIB
Diperbarui 02 Jan 2020, 22:30 WIB
Khofifah Indar Parawansa
Perbesar
Khofifah Indar Parawansa menjelaskan tentang khasiat pohon mentega (Dok.Instagram/@khofifah.ip/https://www.instagram.com/p/B4ltxS6A-s5/Komarudin)

Liputan6.com, Surabaya Fenomena cuaca ekstrem membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta bupati dan wali kota meningkatkan kewaspadaan bencana alam. Mereka diimbau untuk memantau kondisi daerahnya masing-masing.

“Pemantauan oleh kepala daerah sangat penting dilakukan karena langkah-langkah antisipasi dan penanganannya membutuhkan koordinasi dan sinergi dari semua pihak,” ujar Gubernur Khofifah melalui siaran persnya seperti yang dikutip dari Antara, Kamis (2/1/2020).

Informasi yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, hujan deras disertai angin kencang beberapa hari lalu telah mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Beberapa daerah yang mengalami bencana antara lain banjir di wilayah Jember, banjir sebagai dampak meluapnya Kali Lamong di Gresik, tanah longsor dan banjir di Blitar, serta pohon tumbang akibat angin kencang di Tuban.

Khofifah meminta Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak untuk menyiapkan penanganan kebencanaan dengan cepat dan berkoordinasi dengan jajaran terkait dan instansi vertikal lainnya. Gubernuh Khofifah yang saat ini sedang menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci, berharap Emil Dardak bisa memimpin langsung untuk mengantisipasi hal yang berkaitan dengan penanganan kebencanaan.

Gubernur Khofifah juga sudah memastikan Pemprov Jatim juga telah menyiapkan sejumlah peralatan penanggulangan bencana, seperti mobil tanggap darurat, dapur umum, tim medis, hingga kesiapan anggota Tim Tagana.