VIDEO: Kera Liar Masuk Permukiman Warga dan Serang Balita di Probolinggo

Oleh Agustina Melani pada 22 Des 2019, 18:00 WIB
Diperbarui 22 Des 2019, 18:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Seorang balita terluka serius di kepalanya, usai diserang kera yang masuk ke dapur rumahnya, di Probolinggo, Jawa Timur. Korban sempat diseret keluar oleh kera liar, namun beruntung kakak korban datang dan berhasil menyelamatkannya.

Kondisi Almaira, bayi perempuan berusia 10 bulan, mulai membaik setelah menjalani operasi ringan di bagian kepalanya, di RSUD dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo. Korban nampak tak bisa lepas dari gendongan Ida, ibunya, karena masih trauma dengan apa yang dialami. Berikut seperti diberitakan pada Fokus, 20 Desember 2019.

Almaira diserang seekor kera liar yang masuk ke dalam dapur rumahnya, di Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, Probolinggo. Tak hanya mencakar bagian tubuh, kera liar itu juga melukai kepala sang balita.

Menurut dokter bedah yang menangani Almaira, luka cakaran pada kepala korban tidak sampai mengenai bagian dalam atau tulang tempurungnya. Meski demikian, korban tetap harus menjalani rawat jalan, untuk memastikan lukanya benar-benar sembuh dan tidak terjadi infeksi.

Peristiwa tak terduga yang dialami Almaira, terjadi saat ia sedang berada di dapur rumahnya, bersama Abdul Ghofur sang kakak. Selama beberapa saat, Almaira dibiarkan sendiri di dapur, karena Abdul Ghofur hendak mengambil sesuatu di luar rumahnya.

Namun, saat ia kembali, tiba-tiba mendapati adiknya sedang diseret keluar pintu dapur oleh seekor kera liar. Spontan, Abdul Ghofur langsung menarik adiknya dan mengusir kera liar itu.

Diduga, kera liar itu keluar dari kebun di belakang rumah korban, dan masuk ke rumah-rumah warga untuk mencari makanan. Peristiwa kemunculan kera liar hingga memasuki pemukiman warga di Desa Tegalrejo, rupanya tak sekali ini saja terjadi. Warga berharap dinas terkait segera menangkap kera-kera liar itu, dan menjauhkannya dari pemukiman warga agar peristiwa serupa yang dialami bayi Almaira tidak terjadi lagi.