Jadi Kades Terpilih, Dua Istri Wabup Blitar Mengaku Tak Mudah Tarik Simpati Warga

Oleh Dian Kurniawan pada 17 Des 2019, 01:50 WIB
Diperbarui 17 Des 2019, 01:50 WIB
Ilustrasi pilkada serentak (Liputan6.com/Yoshiro)

Liputan6.com, Surabaya - Kedua istri Wakil Bupati (Wabup) Blitar, Marhaenis Urip Widodo, yakni Halla Unariyanti (48) dan Fedriana Anitasari (33) dilantik menjadi Kepala Desa (Kades) terpilih di Desa Bendosewu dan Desa Wonorejo, Kecamatan Talun.

Halla Kades Bendosewu dan Febriana Kades Wonorejo sama - sama mengaku tidak mudah saat mengikuti kontestasi pemilihan kepala desa (pilkades). Walaupun berstatus sebagai istri Wabup Blitar, keduanya tetap berupaya menarik simpati warga untuk memilihnya. 

Fendriana Antasari yang terpilih menjadi Kepala Desa Wanorejo mengatakan, walaupun berstatus sebagai istri Wakil Bupati Blitar, ia mengaku tidak semuanya dapat berjalan mudah. Sebab saat pemilihan kepala desa 15 Oktober lalu, ia harus melawan dua calon kepala desa yang lainya. 

"Mungkin karena sudah memimpin satu periode, maka warga tetap memberikan kepercayaan pada saya untuk tetap memimpin Desa Wonorejo," tutur dia, Senin, 16 Desember 2019.

Dia mengatakan, pada periode kedua ini, ia ingin memajukan desa dengan memasarkan potensi desa lewat jalur internet. Ada beberapa potensi desa yang dapat dikembangkan, seperti desa wisata uang saat ini ada di Desa Wonorejo.

Saat ini, ada beberapa potensi Desa Wonorejo, seperti usaha genting dan usaha makanan ringan yang dapat dikembangkan melalui pemasaran lewat online. 

"Kami juga ingin melatih warga untuk pemasaran secara online, agar produk yang dihasilkan dapat dipasarkan di pasar yang lebih luas lagi," ujarnya.

"Yang jelas saya akan melanjutkan visi misi yang periode sebelumnya belum terlaksana, kami juga akan mengembangkan Bumdes untuk simpan pinjam syariah," ia menambahkan.

2 dari 3 halaman

Tak Semua Berjalan Mudah

ilustrasi Pilkada serentak
Pilkada serentak

Sementara itu, hal senada juga disampaikan Halla Unariyanti yang mengaku walaupun berstatus sebagai istri Wakil Bupati Blitar, ia mengaku tidak semuanya dapat berjalan mudah. 

"Sebagai istri Wabup Blitar, ada pengaruh, namun tidak signifikan, sebab lingkupnya kecil, yakni desa, sehingga tetap harus menarik simpati masyarakat dan menjalankan program pembangunan desa yang baik," ungkap Halla. 

Halla menjelaskan,  ia maju dalam pilkades karena didorong oleh warga Bendosewu. Saat itu, warga mendorong Halla untuk maju dalam pilkades, sehingga ia maju dan terpilih menjadi kepala Desa Bendosewu periode 2013-2019. Pada 15 Oktober lalu, ia kembali maju dan kembali terpilih. 

Ibu dua anak ini menegaskan, setelah terpilih kembali menjadi kepala desa, ia akan melanjutkan pembangunan desa yang belum tercapai.

Upaya pemajuan pertanian moderen akan ia lakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Desa Bendosewu. Selain itu, upaya peningkatan usaha kecil pembuatan genting oleh warga Bendosewu juga akan ditingkatkan. 

"Di Desa Bendosewu ini pusat Ikan Koi dan usaha kecil genting, sehingga harus ditingkatkan, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓