Mentan Ajak Pengusaha Jawa Timur Inovasi Produk Komoditas Pertanian

Oleh Agustina Melani pada 09 Des 2019, 11:20 WIB
Diperbarui 09 Des 2019, 18:15 WIB
(Foto:Dok Kementan)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak para pengusaha terutama yang berada di Jawa Timur mengembangkan produk turunan dari satu komoditas pertanian.

Hal ini agar komoditas tersebut dapat diekspor dengan produk yang lebih bervariasi sehingga menambah daya tarik konsumen mancanegara. Langkah itu juga persiapan Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan nasional tetapi juga dunia.

“Kita memiliki berbagai potensi dan komoditas pertanian. Di saat kondisi ekonomi melemah, dunia pun juga tetap butuh makan. Kita persiapkan ini dengan baik tentu untuk membangun kemampuan menjaga stabilitas ekonomi nasional ke depannya,” ujar Syahrul saat melepas ekspor karkas dan olahan ayam ke Timor Leste yang dikutip dari keterangant tertulis, di Buduran Sidoarjo, Jawa Timur pada Minggu, 8 Desember 2019.

Selain itu Syarul menegaskan kalau Kementerian Pertanian harus terus berinovasi untuk menghasilkan produk yang sesuai standar negara tujuan ekspor sehingga target gerakan tiga kali ekspor dapat terealisasi dengan segera.

“Kementerian Pertanian dorong agar perusahaan besar kita yang menggarap pertanian, tidak hanya berpikir bagaimana ketahanan nasional, tetapi bahkan produk-produk ekspor harus kita mampu berkompetisi dan bersaing dengan negara lain memperebutkan pasar dunia,” ujar Syahrul.

Syahrul juga apresiasi PT Japfa yang kegiatan ekspornya mencapai Rp 500 milar. Ini turut mendukung ekspor Indonesia dan diharapkan dapat didukung pemerintah setempat.

"Dan kita harus apresiasi daerah-daerah dimana Para Gubernur, Para Bupatinya terus mau melihat daerahnya, tidak hanya masalah nasional tapi dia mampu bahkan berprestasi untuk menghadirkan ekonomi dari hasil-hasil ekspor kita," ucapnya.

Ia menuturkan, prestasi ekspor yang dicapai PT Japfa ini terus meningkat pada tahun-tahun yang akan datang. Produk yang telah di ekspor mulai dari produk DOC, vaksin, karkas ayam, produk daging olahan, pakan ternak, dan ikan tilapia/nila, serta produk lainnya.

"Diharapkan selain meningkatnya volume dan nilai, ke depan juga harus ditambah tujuan negara ekspornya," tuturnya.

Nilai ekspor komoditas subsektor peternakan 2018 sebesar USD 640,17 juta atau setara Rp 9,05 triliun atau meningkat 2,42 persen dibanding 2017 yang sebesar USD 625,14 juta atau setara Rp 8,83 triliun. Harapannya tahun ini nilai dan volume ekspor peternakan juga meningkat signifikan.

"Dan di bidang peternakan itu kurang lebih ekspor kita sudah berbicara di sekitaran Rp 9-10 triliun. Kalau begitu 5 tahun ke depan dia harus tiga kali lipat dari apa yang ada sekarang," imbau Syahrul.

2 of 3

Selanjutnya

Agustus 2019, Ekspor Indonesia Merosot 7,06  Persen
Aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta, Rabu (18/9/2019). Ekspor utama Indonesia masih didominasi oleh China, Amerika Serikat, dan Jepang. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama PT Japfa Comfeed Indonesia,Tbk, Ito Sumardi mengungkapkan jika pelepasan ekspor ini merupakan rangkaian kegiatan acara puncak ekspor PT Japfa pada akhir tahun ini.

"Wilayah operasional kami meliputi 20 provinsi dari mulai Provinsi Aceh hingga ke Nusa Tenggara Timur dengan lini bisnis utama di bidang peternakan yaitu sapi dan ayam, perikanan ikan nila udang dan belut pakan ternak dan ikan, vaksin dan produk olahan dalam berbagai bentuk," ungkap Ito.

Ito mengatakan usaha perusahaan yang dipimpinnya telah merambah ke negara lain seperti Cina, India, Vietnam, Banglades dan Timor Leste dan ada rencana ekspansi ke negara timur tengah beserta negara lainnya. Total penyebaran produk - produk PT Japfa saat ini di 20 negara meliputi Amerika Serikat Afrika Asia dan Eropa.

"Hingga saat ini serta ke depannya kami akan senantiasa berkomitmen untuk secara konsekuen dan konsisten mendukung upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan protein hewani di dalam negeri maupun meningkatkan ekspor ke luar negri sesuai dengan harapan Bapak Presiden Jokowi," kata dia.

 Pada pelepasan ini, didampingi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita dan Kepala Badan Karantina Ali Jamil, Mentan SYL pun menyerahkan Sertifikat Kesehatan Hewan Certificate (HC) kepada pihak PT Japfa.

HC adalah surat keterangan yang diterbitkan petugas Karantina Hewan, Badan Karantina Kementan melalui Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya. HC menyatakan bahwa media pembawa yang tercantum di dalamnya bebas dari HPHK serta telah memenuhi persyaratan karantina.

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓