Pejalan Kaki Bisa Lalui Jalan Yos Sudarso Surabaya pada Awal Januari 2020

Oleh Liputan6.com pada 06 Des 2019, 14:10 WIB
Diperbarui 08 Des 2019, 13:13 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan pembangunan Alun-Alun Surabaya mencapai 30 persen. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun memastikan Jalan Yos Sudarso dapat dilalui pejalan kaki pada awal Januari 2020. Jalan tersebut sempat ditutup akhir Agustus 2019 karena ada proyek pembangunan basemen Alun-Alun Surabaya.

"Target optimisnya Februari atau awal tahun sudah bisa dilalui. Kami lakukan lebih cepat karena saat ini kita lakukan penggalian," kata Kabid Gedung Bangunan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkot Surabaya Iman Krestian di Surabaya, Jumat (6/12/2019), seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan, kemajuan pembangunan Alun-Alun Surabaya secara keseluruhan mencapai 30 persen. Untuk perkembangan pembangunan basemen, pihaknya belum bisa memperkirakan karena ada satu persil di Jalan Pemuda 17 belum bisa dieksekusi, karena masih sengketa.

"Kami berharap pada 2021 diusahakan selesai. Saat ini masih dilakukan upaya hukum," tutur dia.

Iman menuturkan, pengerjaan basemen Jalan Yos Sudarso selama enam bulan itu, terdiri atas pembuatan dinding penahan keliling, pembuatan atap plat basement (landasan jalan) dan penggalian bawah tanah.

"Anggaran total keseluruhan Rp 70 miliar. Tahun 2019 dianggarkan Rp 20 miliar dan sisanya di tahun 2020," ujar dia.

Selama Jalan Yos Sudarso ditutup, lanjut dia, Dishub Surabaya bersama Satlantas Polrestabes Surabaya sudah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas, yakni di simpang Jalan Panglima Sudirman-Jalan Embong Wungu-Embong Tanjung, dilakukan pembukaan road barrier sebagai jalur alternatif pengalihan arus dari penuntupan Jalan Yos Sudarso.

Di simpang Jalan Ketabang Kali-Jalan Yos Sudarso juga dilakukan perubahan arah lalu lintas, Jalan Ketabang Kali sisi timur menjadi timur ke barat. Arus lalu lintas dari Jalan Ketabang Kali sisi timur bisa menuju ke Jalan Yos Sudarso, Jalan Yos Sudarso sisi timur patung, dan Jalan Yos Sudarso sisi barat patung.

Jalan Yos Sudarso sisi barat patung akan menjadi dua arah lalu lintas, sedangkan dari Jalan Wali Kota Mustajab dapat belok ke kanan menuju Jalan Yos Sudarso sisi barat patung. Selain itu, dari Jalan Yos Sudarso sisi barat patung boleh lurus ke selatan dan belok ke kanan Jalan Ketabang Kali sisi barat.

Di simpang Jalan Boulevard- Jalan Ketabang Kali dilakukan perubahan arus lalu lintas, yakni Jalan Ketabang Kali sisi timur menjadi timur ke barat. Selain itu, perubahan arus lalu lintas juga dilakukan di Jalan Plaza Boulevard menjadi satu arah dari selatan ke utara.

2 of 3

Pemkot Pindahkan Jaringan Utilitas di Jalan Yos Sudarso

(Foto:Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Desain pembangunan alun-alun Surabaya (Foto:Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melanjutkan tahap pemindahan jaringan utilitas di bawah Jalan Yos Sudarso sebagai lanjutan proyek basemen alun-alun Surabaya.

Pemindahan utilitas itu melibatkan pihak terkait yang mempunya jaringan di bawah jalan tersebut. Kepala Seksi Perencanaan Bidang Bangunan dan Gedung, Dinas Permahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Surabaya, Harindrayana menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait berkaitan dengan rencana pemindahan jaringan utilitas untuk pengerjaan basemen alun-alun Surabaya.

Ia menuturkan, pemindahan semua jaringan utilitas di bawah Jalan Yos Sudarso ditargetkan rampung dalam satu minggu ke depan. Saat ini, Pemkot Surabaya bersama pihak terkait sedang menyiapkan solusi terbaik untuk rencana pemindahan jaringan utilitas itu.

“Kita masih lihat dulu, kalau panjangnya mencukupi akan langsung kita geser, tapi kalau tidak mencukupi maka kita potong dan disambung lagi untuk digeser,” ujar  dia seperti dikutip dari laman suarasurabaya.net, Rabu 17 Juli 2019.

Hasil analisa tim proyek, jalur pedestrian sisi Timur Jalan Yos Sudarso ditemukan beberapa jaringan utilitas. Yakni jaringan PLN, Kominfo dan beberapa provider. Sementara di tengah jalan Yos Sudarso, terdapat pipa PDAM diameter 80 cm dan pipa PGN diameter 15 cm.

“Kami libatkan semua provider yang terkait untuk mengatasi utilitas ini. Kami juga berkoordinasi dengan Satlas Polrestabes Surabaya berkaitan dengan rekayasa lalu lintas nantinya, Kejaksaan, Polsek Genteng dan Satpol PP,” tutur dia.

Bila pembangunan basemen di Yos Sudarso dimulai, Dishub Surabaya akan merekayasa lalu lintas. Bagi pengendara dari Jalan Tunjungan akan dialihkan ke arah Jalan Simpang Dukuh.

Sementara, dari Jalan Kusuma Bangsa dan Jalan Sumatera dialihkan ke Jalan Plaza Boulevar. Sedangkan arus Jalan Ketabang Kali akan dibalik arahnya.

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓