VIDEO: Tanggapan KONI Jatim soal Viral Video Utusannya Diusir Wali Kota Kediri

Oleh Agustina Melani pada 06 Des 2019, 13:33 WIB
Diperbarui 06 Des 2019, 14:33 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Viral video pengusiran utusan KONI Jatim oleh Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, ditanggapi Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil. Menurut Nabil, hal itu terjadi karena kesalahpahaman, atau salah komunikasi. KONI Jatim berharap sang atlet bisa kembali aktif di Puslatda Jatim, untuk kembali mengembangkan prestasinya.

Pernyataan itu disampaikan Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil menanggapi video viral pengusiran utusan KONI Jatim oleh Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, hingga keluar rumah dinasnya.

Menurut Ketua KONI, pengusiran itu terjadi karena kesalahpahaman atau salah komunikasi. Bahkan KONI Jatim berharap bisa menjadi mediasi antara atlet dan pelatih, hingga bisa mengembalikan atlet senam SA ke Puslatda Senam Jatim.

Sebelumnya, sebuah video yang diunggah akun instagram @kediriraya, viral di media sosial. Seorang utusan KONI Jatim diusir Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, dari dalam rumah dinasnya. Menurut akun tersebut, utusan KONI itu menyebut SA memfitnah pelatihnya, sehingga kasusnya bisa dibawa ke jalur hukum.

Wali Kota Kediri marah dan langsung mengusir utusan KONI Jatim yang sedianya diminta Gubernur Khofifah untuk minta maaf kepada SA dan keluarganya, karena sang atlet dipulangkan dari Pelatnas SEA Games, dengan tuduhan tak perawan. Dalam video yang viral tersebut juga terlihat SA pingsan, dan harus dibopong untuk mendapat perawatan. Demikian diberitakan Liputan6, 5 Desember 2019.