VIDEO: Komunitas Reptil Beri Edukasi Mengenai Ular Kepada Warga Perumahan di Jember

Oleh Agustina Melani pada 06 Des 2019, 05:00 WIB
Diperbarui 06 Des 2019, 05:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Menyusul merebaknya teror ular kobra, permukiman warga di Jember, Jawa Timur, sengaja mendatangkan komunitas reptil. Langkah ini sebagai upaya preventif, mengantisipasi hal terburuk yang bisa saja terjadi, salah satunya penanganan pertama jika sampai tergigit ular berbisa.

Dua ekor ular sanca jenis batik dan kembang, terlihat merayap di areal tanah lapang di Kompleks Perumahan Tegal Besar Permai 1, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Kendati bukan tergolong berbisa, kemunculan ular berukuran cukup besar itu langsung mengundang perhatian warga. Namun ular yang dilihat warga kali ini bukanlah ular liar, seperti puluhan kobra yang akhir-akhir ini kerap hadir di tempat tinggal mereka. Berikut seperti ditayangkan Liputan6, 4 Desember 2019.

Dua hewan melata ini merupakan media edukasi dari komunitas pecinta reptil yang sengaja didatangkan untuk memberikan berbagai pengetahuan kepada warga, mulai dari langkah antisipasi agar ular tak sampai masuk ke rumah, hingga pertolongan pertama jika tergigit ular berbisa. Edukasi ini disambut antusias warga terlebih saat terjadi kontak langsung dengan reptil tersebut.

"Sekitar awal Juni hingga nanti pertengahan Maret, itu merupakan musim berkembang biaknya, jadi tindakan preventif yang harus dilakukan yaitu membersihkan lingkungan sekitar, saluran air dibersihkan dari tanaman-tanaman, di sekitar rumah, jika ada barang-barang yang numpuk atau tidak terpakai lebih baik disingkirkan," kata Eko Nugroho, Anggota Komunitas Reptil.

Hingga kini, masih belum diketahui pasti asal puluhan kobra yang menghantui warga Perumahan Tegal Besar Permai. Namun fenomena itu diduga berkaitan dengan perubahan cuaca dan bertepatan dengan musim kawin.

Sehingga membuat hewan melata tersebut merangsek ke permukiman penduduk. Satwa ular memang selama ini menjadi salah satu reptil yang paling ditakuti sehingga sering kali dibunuh. Padahal keberadaannya cukup penting untuk keberlangsungan rantai makanan.