Atap Aula Pendapa Kantor Kecamatan di Jember Ambruk

Oleh Liputan6.com pada 03 Des 2019, 12:27 WIB
Diperbarui 03 Des 2019, 13:16 WIB
Ilustrasi pemasang atap (Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Atap aula pendapa Kantor Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur yang sedang diperbaiki sejak tiga bulan terakhir tiba-tiba ambruk. Hal itu menyebabkan seorang pekerja yang berada di bawahnya terluka dan dilarikan ke puskesmas setempat, Selasa pagi.

"Saya mendapat laporan dari staf di kantor kecamatan terkait dengan ambruknya atap aula pendapa kantor kecamatan pada pukul 09.00 WIB karena kebetulan pagi ini saya mengikuti kegiatan Hari Disabilitas Internasional di alun-alun Jember, sehingga saat ini saya langsung menuju ke kantor kecamatan," kata Camat Jenggawah Jumari di Jember, mengutip Antara, Selasa (3/12/2019).

Ambruknya atap aula pendapa Kantor Kecamatan Jenggawah tersebut menyebabkan seorang pekerja bangunan bernama Mohammad Havid (25), warga Kecamatan Sukorambi, mengalami cedera kaki dan dilarikan ke Puskesmas Jenggawah untuk mendapatkan penanganan medis.

Pekerja yang terluka tersebut diduga sedang bekerja di bawah aula pendapa kantor kecamatan di Jember, sehingga tertimpa reruntuhan atap yang ambruk secara tiba-tiba, meskipun tidak ada hujan dan angin kencang saat terjadi musibah itu.

"Seharusnya pengerjaan aula pendapa kantor kecamatan tersebut sudah harus selesai, namun kami tidak tahu kenapa juga belum selesai hingga awal Desember 2019," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Ia menuturkan, kemungkinan ambruknya bangunan itu karena rangka besi ringan dan galvalum tidak kuat menahan beban atap yang sudah dipasang eternit, tapi pihaknya tidak mengetahui pasti penyebabnya karena ambruknya bangunan itu akan diselidiki aparat kepolisian dan Dinas Pekerjaan Umum Jember.

"Kami berharap perbaikan pendapa Kantor Kecamatan Jenggawah bisa diselesaikan, agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal," kata dia.

Pantauan di lapangan, lokasi ambruknya atap aula pendapa Kantor Kecamatan Jenggawah tersebut sudah dipasang garis polisi oleh aparat kepolisian setempat dan pegawai kecamatan dan masyarakat dilarang mendekat lokasi tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.  

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓