Sidoarjo Job Fair Buka Peluang 1.222 Pekerja Baru

Oleh Dian Kurniawan pada 27 Nov 2019, 21:45 WIB
Diperbarui 29 Nov 2019, 21:13 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Surabaya - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali menggelar Bursa Kerja Terbuka (Sidoarjo Job Fair) dengan melibatkan lebih dari 50 perusahaan dan membuka peluang bagi pekerja baru sebanyak 1.222 lowongan. Bursa kerja terbuka di gelar di Gedung Serbaguna Mal Pelayanan Publik kabupaten Sidoarjo, Rabu (27/11/2019).

Jumlah lowongan yang tersedia kali ini turun dibanding sebelumnya, yakni sebanyak 1.400 lowongan. Penurunan kebutuhan pekerja tersebut juga diikuti  jumlah pelamar, meski demikian jumlah pelamar masih di atas ribuan.

"Bursa Kerja kali ini jumlah lowongan yang tersedia tidak sebanyak tahun lalu, meski demikian Disnaker Sidoarjo berupaya menggandeng puluhan perusahaan untuk bergabung, ke depan kita akan pakai aplikasi online, namanya Gawe Online dan hari akan dilaunching oleh Pak Bupati," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo, Fenny.

Penurunan jumlah pelamar tersebut berkaitan erat dengan turunnya angka pengangguran di Kabupaten Sidoarjo. Pada 2017, angka pengangguran mencapai 4,97 persen dan turun pada  2018 di angka 4,73 persen.

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah berharap, bursa kerja yang digelar pemkab Sidoarjo setiap tahun ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pelamar, antara perusahaan dan para pencari kerja saling membutuhkan.

"Mudah-mudahan yang hadir ini banyak yang diterima kerja, ada puluhan perusahaan yang tersedia dan lebih dari seribu lowongan," ujar dia.

Dengan banyak pelamar yang diterima kerja, akan berdampak pada  angka pengangguran yang turun. Saiful juga mengingatkan agar dijalin komunikasi yang baik antara pekerja dan perusahaan, terutama urusan gaji. 

"Jangan sampai terjadi pemutusan hubungan kerja karena persoalan gaji  hanya karena kurang terjalinnya komunikasi yang baik antara pekerja dengan perusahaan," ujar Saiful Ilah.

 

2 dari 3 halaman

Dua Sektor Usaha Ini Jadi Kekuatan Ekonomi di Sidoarjo

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo, menggelar seminar Economic Outlook 2020 pada Selasa, 26 November 2019. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo menyatakan, sektor industri pengolahan dan perdagangan sebagai sektor ekonomi terbesar di Sidoarjo.

Kepala Bappeda Kabupaten Sidoarjo, Heri Susanto menuturkan, bila ditinjau dari produk domestik regional bruto (PDRB ADHB), sektor industri pengolahan berkontribusi 46,8 persen. Sementara itu, sektor perdagangan mencapai 16,15 persen.

Untuk komposisi pelaku ekonomi di Sidoarjo banyak didukung oleh Usaha Mikro Kecil sebanyak 219.200 pelaku, menengah sebanyak 2.202 pelaku dan besar sebanyak 368 Pelaku, dengan sektor usaha padat karya. 

"Dan pertumbuhan ekonomi di tahun 2018 sebesar 6,05  persen meningkat dari tahun sebelumnya 5,80 persen. Capaian ini telah melampaui capaian kinerja provinsi sebesar 5,50 persen dan nasional sebesar 5,17 persen pada  2018,” ujar Heri Susanto, saat seminar Economic Outlook 2020, Selasa, 26 November 2019.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo, menggelar seminar Economic Outlook 2020, yang dibuka oleh Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah. 

Seminar ini diikuti oleh 120 peserta dari unsur KADIN, APINDO, FKAMIS, PHRI, Organda, Jasa Konstruksi, RSU, INKINDO, GAPENSI, Perbankan, Akademisi Forkopimda, Pelaku ekonomi Kreatif, dan OPD terkait. Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah mengapresiasi, karena kegiatan ini dijadian sebagai bahan perumusan kebijakan pembangunan perekonomian.

"Seminar Economic Outlook Kabupaten Sidoarjo 2020 sebagai forum evaluasi terhadap hambatan pertumbuhan ekonomi di tahun sebelumnya dan yang sedang kita jalankan, guna menyusun strategi kebijakan pembangunan ekonomi ke depan,” tutur dia.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓