Pemkab Mojokerto Akan Pindah Kantor ke Daerah Senyum Milenial

Oleh Liputan Enam pada 22 Nov 2019, 17:00 WIB
Diperbarui 22 Nov 2019, 18:17 WIB
Ritual Ruwat Sumber Mata Air Jolotundo Trawas Mojokerto

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur mengintensifkan rencana pemindahan kantor pemerintahan. Lokasi sebelumnya masuk wilayah Kota Mojokerto, lokasi baru di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengatakan, pemindahan kantor terpadu Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus dibahas.Kecamatan Mojoanyar diprediksi sebagai lokasi yang pas.

"Kami juga laksanakan study kelayakan. Semoga tidak ada hambatan, artinya tahun depan sudah bisa mulai step awal seperti pembelian lahan," katanya saat rembuk desa di Balai Kantor Kecamatan Mojoanyar, Rabu 22 November 2019, dilansir Antara.

Ia menilai, letak Kecamatan Mojoanyar secara geografis sudah tepat karena berada di tengah. Lokasinya mudah dijangkau dari kecamatan lain.

"Jika dikaji, Mojoanyar letaknya masih di tengah. Baik dari Trawas, Pacet, Kemlagi, Ngoro, dan kecamatan-kecamatan lain. Ini akan memudahkan akses," ujar dia.

Ia mengingatkan, penyelenggaraan pemerintah, harus dimulai dari pelayanan dasar dan semua aspek harus terus berbenah.

"Mulai infrastruktur, kesehatan, pendidikan, wisata, termasuk ketahanan pangan," ujarnya.

Sementara itu, Camat Mojoanyar Amsar Azhari Siregar menjelaskan, Kecamatan Mojoanyar memiliki slogan Senyum Milenial atau kepanjangan dari Santun, Empati, Nyaman, Unggul, Mantap, dan Milenial.

Senyum Milenial berkomitmen untuk memberi pelayanan publik terbaik, dengan menyediakan booth pelayanan yang instagramable.

"Masyarakat yang sudah terlayani oleh staf kami, bisa memberi testimoni dengan berfoto di booth foto yang tersedia. Foto ini untuk kemudian akan ditampilkan pada layar monitor," katanya.

Pada rembuk desa terakhir pada 2019 ini, turut diserahkan Bantuan Keuangan (BK) Desa senilai total Rp1,7 miliar kepada empat desa. Antara lain kepada Desa Sadartengah senilai Rp400 juta, Desa Kwatu Rp600 juta , Kepuhanyar Rp300 juta, dan Desa Wunut Rp400 juta.

Pemberian bantuan keuangan desa untuk mempercepat pembangunan di pedesaan guna menyeimbangkan pertumbuhan dan perekonomian Kabupaten Mojokerto.

2 dari 3 halaman

Pemkab Mojokerto Dorong Sekolah Bekali Siswa Kebudayaan Majapahit

Candi Bajangratu, Mojokerto
Candi Bajangratu, Mojokerto (sumber: iStockphoto)

Sebelumnya, Wakil Bupati Mojokerto, Jawa Timur, Pungkasiadi meminta kepada masing-masing sekolah di daerah itu untuk membekali siswanya dengan pelajaran muatan lokal  tentang kebudayaan Majapahit pada kurikulum pendidikannya.

"Kami meminta supaya semua siswa sekolah di Kabupaten Mojokerto dibekali muatan lokal tentang akar kebudayaan Majapahit pada kurikulum pendidikannya," ujar dia, mengutip Antara, Jumat, 15 November 2019.

Ia mengemukakan, budaya Majapahit harus dikenalkan sedini mungkin pada anak usia sekolah, dan wilayahnya juga harus ikut dikenalkan.

"Siswa juga bisa bercerita tentang Majapahit dalam bentuk tulisan. Saya harap ini masuk muatan lokal di kurikulum. Nantinya juga ikut memberi dampak peningkatan wisata dan karya lokal Mojokerto," kata dia.

Ia mengatakan, pembelajaran dan kurikulum muatan lokal sendiri dilaksanakan dalam rangka mengenalkan dan mewariskan nilai karakteristik suatu daerah kepada siswa.

"Selain itu, muatan lokal bermanfaat untuk mengembangkan sumber daya yang ada di suatu daerah, sehingga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan daerah tersebut," ujarnya.

Jenis muatan lokal pun bermacam-macam, kata dia, mulai bahasa daerah, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan mengenai berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah bersangkutan.

Wakil Bupati pada acara ini juga memberikan akses fasilitas umum berupa kendaraan bus, bagi siswa yang ingin berkeliling mengunjungi tempat-tempat wisata di Kabupaten Mojokerto.

"Kendaraan sudah difasilitasi Sekretariat Daerah. Bisa digunakan berkeliling di wisata-wisata Kabupaten Mojokerto. Sampaikan (surat ijin) ke Bagian Umum Sekretariat Daerah. Para siswa dan para guru, bisa menjelajah berbagai destinasi seperti Petirtaan Jolotundo, pemandian air panas dan wisata lainnya," ujar dia.

Usai memberi arahan, dirinya melihat stand-stand pameran buku, dan membubuhkan tanda tangan komitmen bersama membumikan literasi di dampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mustain, Kepala Dinas Pendidikan Zainul Arifin, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Ustadzi Rois serta OPD lainnya.  

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓