Pemkab Gresik Bakal Gelar Drama Kolosal 10 November

Oleh Dian Kurniawan pada 08 Nov 2019, 14:00 WIB

Diperbarui 09 Nov 2019, 14:16 WIB

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Gresik - Jajaran pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Gresik akan menampilkan drama kolosal perjuangan 10 November 1945. Kegiatan drama kolosal ini untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November.

Seluruh peserta pendukung drama kolosal ikut gladi resik untuk pesiapan penampilan besok pagi. Drama kolosal yang melibatkan sekitar 500 orang ini melibatkan juga Bupati Gresik Sambari Halim Radianto yang berperan sebagai Bung Tomo. Wakil Bupati (Wabup) Gresik Mohammad Qosim berperan sebagai KH. Hasyim Asyhari dan Plh Sekda Gresik, Nadlif berperan sebagai Gubernur Suryo.

Beberapa peran yang lain yang tak kalah penting yaitu, Asisten I Tursilowanto Hariogi berperan sebagai Panglima Sudirman. Kadis Pariwisata, Halomoan Sinaga mendapat peran sebagai tentara Belanda.

Rupanya Halomoan Sinaga tak sendirian, Sekretaris DPRD Gresik, Dharmawan juga berperan sebagai petinggi tentara Belanda yang dibantu peserta Diklatsar CPNS Pemkab Gresik sebagai tentara penjajah.

"Saudara-saudara, jangan mulai menembak. Baru kalau kita ditembak maka kita akan ganti menyerang mereka. Kita tunjukkan bahwa kita orang-orang yang benar-benar ingin merdeka. Sikap kita, lebih baik hancur dari pada kita dijajah," teriak Sambari saat memerankan sebagai tokoh Bung Tomo, Jumat (8/11/2019).

Wabup Qosim yang diplot sebagai KH Hasyim Asyhari saat drama kolosal tersebut menyampaikan resolusi jihadnya.

"Bismillahirrohmanirohim, hukum mempertahankan kemerdekaan dan membela tanah air bagi kita ummat Islam adalah Jihad fisabilillah. Niatkanlah menegakkan agama dan membela membela negara. Kalau kalian mati, InsyaAllah akan syahid dan masuk surga,” ungkap Qosim dalam perannya.

Drama Kolosal Pemkab Gresik ini akan berlangsung besok seusai upacara. Seluruh peserta drama kolosal ini akan mengenakan pakaian sesuai peran dan plot ceritanya. Ada yang sebagai pejuang, tentara TKR, tentara Belanda, petani, penjual di pasar, abang becak dan lain-lain.

2 of 4

Pemkab Gresik Luncurkan Program Kampung Pudak Ayu

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Pemerintah Kabupaten Gresik meluncurkan program Kampung Pudak Ayu pada Selasa, 5 November 2019. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur meluncurkan program Kampung Pudak Ayu pada Selasa, 5 November. Kegiatan ini berlangsung di Tugu Perumahan Bakti Pertiwi Wetan wilayah kelurahan Sidokumpul Gresik.

Program "Kampung Pudak Ayu" yaitu penyedotan kakus untuk dasa wisma secara kolektif, aman dan kontinyu. Penyedotannya dilakukan secara kolektif dan terjadwal. Program ini dilaksanakan pada setiap dasawisma dengan berbagai kemudahan yaitu pembayarannya bisa diangsur atau patungan dalam satu kali penyedotan.

Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim mengapresiasi masyarakat Kelurahan Sidokumpul yang antusias ikut program tersebut. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat peduli pada lingkungan.

"Yang kita laksanakan saat ini adalah bagian dari kepedulian kita pada lingkungan dan kebersihan. Kegiatan ini semata untuk menjaga tersedianya air bersih dan satitasi yang aman.  Hal ini merupakan bagian dari ibadah, karena kebersihan sebagian dari iman," ujar Qosim.

Diharapkan program ini juga dapat membantu masyarakat untuk menyelesaikan masalah air bersih, sampah, sistem drainase, dan pengembangan usaha mikro di dasawisma.

Harapan ke depan, dengan terbentuknya kampung Pudak Ayu di Gresik, tidak hanya masalah lumpur tinja saja yang akan ditangani, tapi dapat membantu masyarakat dalam menyelesaikan masalah air bersih, sampah, sistem drainase, maupun pengembangan usaha mikro di dasawisma.

 

3 of 4

Kerja Sama dengan USAID

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Pemerintah Kabupaten Gresik meluncurkan program Kampung Pudak Ayu pada Selasa, 5 November 2019. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Gunawan Setijadi mengatakan, pengelolaan tinja di Kabupaten Gresik dilaksanakan oleh UPT Pengelolaan Limbah Cair Domestik (PLCD) Dinas PUTR. Program ini sebagai tindak lanjut dan melengkapi program aplikasi Go Ploong yang telah mendunia.

Gunawan menuturkan, pihaknya saat ini memiliki satu unit Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Betoyoguci Manyar dengan kapasitas 45 m3/hari, 2 truk armada sedot tinja (kapasitas 3 m3 dan 4 m3). 134 unit IPAL Skala Permukiman (5.182 sambungan rumah). 589 tangki septik (775 sambungan rumah).

"Setelah kami sensus pada 2.000 rumah, yang berminat menjadi pelanggan 934 rumah. Kami bekerjasama dengan PKK dan dasa wisma di tingkat desa, karena penyedotan yang kami lakukan secara kolektif dan terjadwal untuk setiap dasawisma. Misalnya dalam setiap 3 tahun kami menyedot tinja untuk satu dasawisma. Pembayarannya bisa diangsur atau patungan dengan biaya yang sangat ringan," ujar Gunawan.

Sebagai contoh, di Kelurahan Sidokumpul RW 06 dan RW 03 memiliki 27 dasawisma dan saat ini telah terbentuk 27 Kampung Pudak Ayu dengan beranggotakan sebanyak 428 rumah.

Dasa Wisma akan memperoleh SK dari kepala desa/lurah untuk menjadi Kampung Pudak Ayu dan kemudian akan diregistrasi di Dinas PUTR untuk mendapatkan sertifikat layanan lumpur tinja.

Peluncuran program Pudak ayu ini banyak mendapat perhatian dari berbagai institusi. Tampak hadir perwakilan USAID Indonesia, USAID IUWASH PLUS Alifah Lestari, Perwakilan dari PPLP Kementrian PU dan Perumahan Rakyat Perwakilan Balai Praswil, Bappeda, Dinas Perkim Provinsi Jawa Timur, perwakilan AUSAID PAO sAIIG Indonesia, dan beberapa Kepala OPD Pemkab Gresik.

Program ini hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Gresik dengan USAID Indonesia Urban Water And Sanitation dan Hygiene 'Penyehat Lingkungan Untuk Semua' (IUWASH PLUS) serta beberapa pihak terkait.

 

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓