VIDEO: 2 Perempuan Asal Sulawesi Disandera di Jember karena Utang Piutang

Oleh Agustina Melani pada 06 Nov 2019, 23:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Polisi akhirnya mengevakuasi Erfawati warga Mamboro Barat, Kecamatan Palu Utara Kota Palu, Sulawesi Tengah ke Mapolres Jember, bersama dengan seorang sepupunya, wanita paruh baya ini baru saja diselamatkan polisi, setelah disandera di sebuah rumah, di Desa Mangaran, Kecamatan Jenggawah, Jember sejak 28 Oktober lalu.

Selain dua wanita itu, polisi juga membawa dua pria yakni Karnawi, warga Kecamatan Kalisat Jember, dan Ali pemilik rumah tempat penyanderaan. Kedua pria ini diduga menyandera kedua korban, sebelum akhirnya polisi mengevakuasi korban ke Mapolres.

Berikut ditayangkan pada program Fokus, 5 November 2019, aksi penyanderaan ini bermula dari kasus hutang piutang antara korban dengan Karnawi, sejak 2016 yang lalu. Korban terlilit hutang, jual beli beras senilai Rp. 330 juta kepada Karnawi yang saat itu merantau ke Palu. Namun, korban ternyata hanya mampu membayar Rp. 100 juta dan sisanya belum terbayar hingga saat ini.

Kesal hutangnya tidak segera dilunasi, Karnawi mengancam melaporkannya ke polisi, korban yang takut memilih menemui Karnawi ke Jember untuk menyelesaikan hutangnya. Setelah sampai di Jember ternyata Erfawati dan sepupunya malah disandera di rumah Ali. Lantaran masih belum juga bisa menyelesaikan sisa hutangnya.

"Di mana untuk Ibu Erfawati dan rekannya ada di rumahnya Bapak Mat Ali, dan setelah kami lakukan interogasi awal berkaitan dengan utang piutang, dimana utang piutang ini kerjasama karena beras, yaitu untuk korban gempa tsunami yang ada di Palu yaitu mengambil beras di Tolai yaitu di daerah Parimo dijual di Palu Utara, namun pada saat berjalannya waktu, para pengungsi tidak mendapatkan jatah beras, akhirnya beras dijual dengan harga murah,” kata AKBP Alfian Nurrizal, Kapolres Jember.

Kasus penyanderaan ini masih ditangani Tim Penyidik Polres Jember, polisi juga mengamankan barang bukti, diantaranya sejumlah telepon seluler, serta mobil sedan milik Karnawi yang digunakan untuk menjemput kedua korban dari Bandara.