VIDEO: Lahar Dingin Semeru Bawa Material Vulkanik untuk Pertambangan

Oleh Agustina Melani pada 06 Nov 2019, 10:11 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur puncak Gunung Semeru, mengakibatkan banjir lahar di sejumlah daerah aliran sungai. Salah satunya di Sungai Mujur, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Lumajang.

Petugas BPBD setempat mengimbau para penambang pasir dan batu untuk menghentikan aktivitas penambangan, jika terjadi banjir. Beginilah kondisi Sungai Mujur, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Lumajang, saat terjadi banjir lahar hujan dari Gunung Semeru.

Air banjir berwarna kecoklatan, membawa material vulkanik dari gunung Semeru, berupa pasir dan batu. Banjir lahar ini terjadi, setelah puncak gunung Semeru diguyur hujan lebat seharian.

Sungai Mujur ini, merupakan salah satu sungai yang dialiri banjir lahar dari gunung Semeru. Warga yang sedang melakukan aktivitas pertambangan langsung menghentikan kegiatannya, lantaran derasnya banjir lahar dari Gunung Semeru.

Seperti ditayangkan pada Fokus, 4 November 2019, sejumlah kendaraan truk pasir tidak bisa keluar dari lokasi pertambangan, lantaran terjebak banjir lahar. Para sopir pun terpaksa menunggu hingga banjir surut untuk bisa keluar dari lokasi pertambangan.

Melihat hal ini, BPBD setempat menghimbau para penambang agar menghentikan aktivitasnya saat terjadi hujan di wilayah gunung Semeru, untuk mengantisipasi musibah akibat banjir lahar dingin.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, lahar dari puncak Gunung Semeru ini mengalir ke sejumlah daerah aliran sungai, atau DAS. Masyarakat yang berada di sekitar sungai itu, diharapkan juga berhati-hati dan menghindari aktivitas di sekitar sungai, saat hujan deras turun.