Grab Klaim Berkontribusi Rp 8,9 Triliun untuk Ekonomi Surabaya pada 2018

Oleh Liputan6.com pada 05 Nov 2019, 09:00 WIB
Diperbarui 05 Nov 2019, 09:16 WIB
(Foto: Dok Pemkot Surabaya)

Liputan6.com, Jakarta - Penyedia layanan transportasi daring Grab mengklami memberi kontribusi Rp 8,9 triliun untuk ekonomi Surabaya selama 2018.

"Kontribusi terbesar dihasilkan dari mitra GrabFood yang angkanya mencapai Rp 4,2 triliun," ujar Deputy Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Reinata Munusamy, di selai diskusi publik bersama Grab, CSIS dan Tenggara Strategics di Surabaya, Senin, 4 November 2019, demikian mengutip Antara.

Ia juga menuturkan, data lainnya yaitu, GrabBike berkontribusi sebesar Rp 3,5 triliun, GrabCar senilai Rp 1,1 triliun, GrabKios Individual dan toko sebesar Rp 49 miliar.

Sedangkan pendapatan mitra pengemudi GrabBike meningkat 144 persen dan GrabCar sebesar 114 persen. Penjualan mingguan mitra merchant GrabFood meningkat sebesar 34 persen.

Ia menambahkan, Grab juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja yaitu sebanyak 38 persen mitra pengemudi GrabBike, 40 persen agen individual GrabKios, serta 35 persen mitra pengemudi GrabCar yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan kini dapat memperoleh penghasilan setelah bermitra dengan Grab.

2 of 3

Pertumbuhan Ekonomi Harus Bisa Dinikmati oleh Semua Kalangan

(Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)
Tugu Pahlawan Merah Putih di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)

Kepala Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Riza Damui menuturkan, pertumbuhan ekonomi itu harus bisa dinikmati oleh setiap orang dari berbagai kalangan di Indonesia, mulai dari bisnis skala kecil hingga masyarakat umum.

"Satu-satunya cara kita semua dapat meraih kesuksesan adalah dengan memastikan setiap pihak benar-benar menjalankan fungsinya,” ujar dia.

Dalam "Laporan Dampak Sosial Grab 2018-2019" diluncurkan pada 24 September, diperkirakan kontribusi Grab mencapai USD 5,8 miliar atau sekitar Rp 81,5 triliun terhadap ekonomi Asia Tenggara dalam 12 bulan hingga Maret 2019.

Ia menuturkan, dampak sosial Grab tampak pada dua aspek yaitu pembukaan akses perbankan kepada usaha kecil dan menengah (UKM) dengan 1,7 juta UMKM di Asia Tenggara telah dibantu Grab untuk membuka rekening bank pertamanya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓