Wali Kota Surabaya Risma Tegaskan Atasi Kemiskinan Lewat Pendidikan

Oleh Dian Kurniawan pada 02 Nov 2019, 20:00 WIB
Diperbarui 04 Nov 2019, 08:14 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya teken nota kesepakatan (MoU) dengan PT Bank Mayapada International Tbk terkait pemberian donasi beasiswa pendidikan Rp 5 miliar.

Bantuan itu diserahkan secara simbolis langsung Datuk Sri Tahir kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) pada Jumat malam, 1 November 2019.

Risma mengatakan,  Tahir memberikan bantuan beasiswa donasi pendidikan bagi anak-anak Surabaya, khususnya untuk keluarga kurang mampu setiap tahun. Bahkan, beberapa dari penerima beasiswa yang telah lulus, kini sudah bekerja di beberapa maskapai. "Atas nama pemerintah dan warga Surabaya kami ucapkan terima kasih," kata dia.

Risma mengungkapkan, membangun Surabaya ini tidaklah mudah. Baik pembangunan dari segi infrastruktur maupun pendidikan. Oleh karena itu, Risma selalu mengajak seluruh lapisan elemen, untuk bersinergi bersama-sama membangun Surabaya.

"Saya mencoba membangun kota ini, terus terang tidak mungkin membangun kota ini sendiri. Jadi karena itu saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membangun kota ini," kata dia.

Dia menuturkan, salah satu cara untuk mengentas kemiskinan adalah melalui pendidikan. Jika anak dari keluarga tersebut lulus dan bekerja, maka kemudian ia juga secara otomatis akan mengangkat derajat kedua orangtuanya. "Biasanya anak-anak ini ingin agar sekolah segera lulus dan bekerja untuk membantu orang tuanya," kata dia.

2 of 3

Banyak Anak Surabaya Penerima Bantuan Beasiswa

5 Momen Hangat Tri Rismaharini dengan Warga Surabaya
Risma memamerkan hasil karya lukisan dari teman disabilitas (Sumber: Instagram/surabaya)

Pada kesempatan itu, Risma juga bercerita, jika banyak anak-anak Surabaya penerima bantuan beasiswa telah lulus dan sudah bekerja. Mereka pun bekerja di beberapa sektor bidang, seperti pilot, pramugari, hingga teknisi pesawat terbang.

Tak ayal, Risma mengaku sering kali bertemu dan dilayani anak-anak ini langsung ketika naik pesawat. "Ada sekitar kurang lebih 90 anak di sana. Bahkan ketika naik pesawat ke Palu, ternyata pilotnya itu anak saya yang dulu mendapat bantuan beasiswa,” kata Presiden UCLG Aspac ini.

Selain bantuan donasi beasiswa pendidikan, sebelumnya Pemkot Surabaya juga mendapat bantuan dua bus double deck atau tingkat. Bus yang mempunyai kapasitas sekitar 71 penumpang itu, kini telah beroperasi di Surabaya.

"Dulu pemkot juga diberikan bantuan Pak Tahir dua bus (tingkat) terus juga beasiswa setiap tahun untuk anak-anak Surabaya," pungkasnya. 

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by